Trump: Seluruh Dunia Ingin Meretas Amerika Serikat

Donald Trump sebut semua negara ingin meretas AS. (Foto: Screenshot)

Donald Trump sebut semua negara ingin meretas AS. (Foto: Screenshot)

MANHATTAN - Donald Trump konsisten dengan pernyataannya selama ini. Rusia tidak seharusnya menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan atas semua kebobolan keamanan jaringan internet di Amerika Serikat.

Presiden terpilih AS itu sendiri mengaku sudah menerima penerangan dari badan intelijen nasional. Namun karena informasinya bersifat sangat rahasia, dia tidak bisa mengungkapkannya kepada publik.

Dia hanya berani mengatakan bahwa seluruh dunia memiliki ketertarikan untuk meretas Amerika Serikat. "Negara yang melakukannya bisa saja Rusia, China atau siapapun," terangnya dalam konferensi pers di Trump Tower pada Rabu 11 Januari 2017 pagi waktu setempat.

Pria berdarah Skotlandia itu mengakui bahwa peretasan informasi tanpa izin adalah aksi yang sangat buruk. "Itu seharusnya tidak dilakukan. Tetapi lihat hikmahnya, kita bisa belajar sesuatu dari peretasan 22 juta nama ini," katanya, seperti disitat dari Mirror, Kamis (12/1/2017).

"Hillary sempat ditanya soal peretasan yang dialaminya saat debat kandidat, tetapi tidak melaporkannya. Kalau itu terjadi pada saya, pasti sudah saya laporkan," ujarnya.

Terakhir, intelijen AS mengungkap, kalau Partai Republik juga sempat mengalami peretasan. Akan tetapi, serangannya tidak separah yang dialami Komite Nasional Demokrat (DNC).

Trump pun menambahkan, "DNC sangat rawan diretas. Pengelolaan mereka benar-benar buruk."

(Sil)
Live Streaming
Logo
breaking news x