Trump Janji Penyelidikan Peretasan Rampung dalam 90 Hari Kepresidenannya

Presiden terpilih AS, Donald Trump. (Foto: Getty Images)

Presiden terpilih AS, Donald Trump. (Foto: Getty Images)

MANHATTAN - Dalam waktu kurang dari sembilan hari lagi, Donald Trump akan resmi dilantik menjadi Presiden ke-45 Amerika Serikat. Salah satu kekhawatiran rakyat yang akan dia enyahkan dalam waktu dekat adalah isu peretasan yang tengah marak terjadi.

"Dalam waktu 90 hari (setelah dilantik), kami akan memberikan Anda laporan menyeluruh tentang pertahanan kita dari peretasan," janjinya dalam konferensi pers di Trump Tower, Manhattan, New York pada Rabu 11 Januari pukul 23.00 WIB.

Terkait dugaan peretasan oleh Rusia, Trump menuturkan bahwa dia sudah menerima pengarahan singkat dari badan intelijen nasional. Dia sudah melihat dan mendengarkan seluruh laporan. Namun karena informasinya bersifat rahasia, dia mengaku tak bisa mengungkapnya kepada wartawan.

Di samping itu, dia menjelaskan bahwa Rusia tidak seharusnya menjadi satu-satunya pihak yang disalahkan atas semua kebobolan keamanan jaringan internet di Amerika Serikat.

"AS diretas oleh setiap orang. Itu termasuk Rusia dan China, dan siapa saja. Menurut saya sangat menyedihkan ketika laporan intelijen bisa bocor ke media. Utamanya karena itu ilegal," terang Trump.

Pria berdarah Skotlandia itu mengakui bahwa peretasan informasi tanpa izin adalah aksi yang sangat buruk. "Itu seharusnya tidak dilakukan. Tetapi lihat hikmahnya, kita bisa belajar sesuatu dari peretasan 22 juta nama ini," cetusnya.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x