AKSI 121: Mahasiswa Terdampak Langsung Kenaikan Harga

Wakil Ktua MPR Hidayat Nur Wahid

Wakil Ktua MPR Hidayat Nur Wahid

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid berharap Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang menggelar aksi unjukrasa bela rakyat 121 bisa menyuarakan harapan yang berasal dari masyarakat.

Menurut Hidayat, di awal tahun 2017 ini rakyat mendapatkan kado pahit dimana berbagai harga kebutuhan sehari-hari mengalami kenaikan, seperti kenaikan BBM nonsubsidi, kenaikan tarif pengurusan kendaraan bermotor, tarif dasar listrik, pembatasan subsidi elpiji 3 kg dan melonjak harga cabai di pasaran.

"Karena 2017 ini masyarakat dapat kado kenaikan harga-harga yang pasti mahasiswa mendapat dampak langsung dari kenaikan itu. Sementara gaji orangtua mereka tidak naik. Banyak mahasiswa yang tak terima. Saya kira apa yang mereka lakukan adalah bagian dari tanggung jawab dari sejarah mahasiswa," ucap Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017).

Namun, Hidayat mengingatkan agar mahasiswa yang akan melakukan aksi unjuk rasa dengan benar-benar bisa memperlihatkan sisi intelektualnya ketimbang melakukan tindakan anarkis.

"Harus selalu saya ingatkan meraka harus lakukan cara-cara yang betul-betul rasional dimana itu adalah ciri dari mahasiswa, intelektual, tidak anarkis, menghormati rambu hukum yang ada, saya kira kalau itu dilakukan itu dalam koridor demokrasi," jelas Hidayat.

Menurutnya, pemerintah sebagai eksekutif serta DPR, MPR, dan DPRD sebagai legislatif penting untuk menerima aspirasi para mahasiswa.

"Mendengar aspirasi mereka, tidak dapat dipungkiri aspirasi mereka merupakan bonus demografi. Anak-anak muda mahasiswa 20 tahun ke depan menjadi pemimpin indonesia," harapnya.

Seperti diketahui BEM SI menggelar aksi bela rakyat 121 yang akan digelar serentak di semua daerah pada Kamis 12 Januari 2017.

BEM SI ingin memprotes kebijakan kenaikan BBM nonsubsidi, kenaikan tarif pengurusan kendaraan bermotor, tarif dasar listrik dan pembatasan subsidi elpiji 3 kg. BEM SI ingin menuntut negara melakukan Reformasi Jilid II.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x