Dipaksa Jadi PSK di Malaysia, 4 WNI Digaji Rp148 ribu

foto: Illustrasi Okezone

foto: Illustrasi Okezone

JAKARTA - Atas kerjasama dengan Kepolisian Malaysia, jajaran penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Pidum) Bareskrim Polri mengamankan germo asal Indramayu, Andi Afandi di Malaysia, pada Senin 9 Januari 2016 lalu.

Tidak hanya Andi, empat korban yang dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) pun juga berhasil diselamatkan. Mereka adalah Rahayu (24) asal Jawa Barat, Laras Cantika (21) asal Medan, Kusnila (22) asal Jawa Barat, dan Dewi Wulan Sari (33) asal Surabaya.

Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Kombes Ferdi Sambo mengatakan, Andi menjual korban hanya dengan tarif 70 RM (ringgit Malaysia). Jumlah tersebut dipotong 20 RM untuk penjaga hotel dan sisanya 50 RM untuk korban (Rp148 ribu).

"Tarif per pelanggan Ringgit Malaysia (RM) 70, dipotong untuk penjaga hotel RM20, sisanya RM50 (Rp148 ribu) per pelanggan," kata Ferdi ketika dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Andi terang Ferdi, sudah menjadi germo selama satu tahun lebih. Andi juga merupakan adik dari tersangka ITA yang saat ini masih dalam pengejaran Bareskrim dan juga Kepolisian Malaysia.

"Andi itu adiknya ITA, (menjadi germo) sudah lama, satu tahunan," kata dia.

Saat ini, lanjut dia, pihaknya masih terus melakukan koordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk dugaan adanya korban lain. Selain itu juga untuk mengejar tersangka lainnya yang juga diduga terjerat kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Untuk diketahui, Bareskrim sebelumnya telah mengamankan Reni Sulastri (42) selaku perekrut WNI untuk dipekerjakan di Malaysia. Tawaran menjadi pelayan restoran dan gaji besar hanya sebuah tipu muslihat yang diumbar kepada para korbannya.

Dua korban Reni yakni, NR (15) dan NI (16) yang dia kirim ke Malaysia atas bantuan ACO melalui Kalimatan Barat diterbangkan ke Malaysia.

Di Malaysia disambut oleh ITA yang justru manjadikan dua wanita lugu tersebut sebagai PSK tanpa bayaran. Beruntung, NR (16) berhasil kabur dan menghubungi keluarganya atas tipudata Reni dan jaringannya.

Pihak keluarga korban pun menghubungi BNP2TKI untuk memulangkan anaknya. Sedangkan pengejaran kepada tersangka Reni dilakukan oleh Polres Indramayu bersama Satgas TPPO Subdit 3 Bareskrim Polri.

Reni selanjutnya berhasil diamankan dan dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan. Dari pemeriksaan terhadap Reni inilah Bareskrim dan Kepolisian Malaysia berhasil menangkap pelaku lain yakni Andi Alfian.

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x