Mantan Pansel Heran Pimpinan KPK Minim Jerat Koruptor dengan TPPU

Lima pimpinan KPK di Gedung KPK. (Foto: Antara)

Lima pimpinan KPK di Gedung KPK. (Foto: Antara)

JAKARTA – Mantan panitia pelaksana (pansel) pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yenti Garnasih, menilai lembaga yang dipimpin Agus Rahardjo itu masih minim menjerat koruptor dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"(Seharusnya) kalau ada tindak pidana korupsi dan maka TPPU harus sekaligus," kata Yenti usai bertemu pimpinan KPK di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/1/2017).

Pakar hukum pidana pencucian uang dari Universitas Trisakti tersebut menerangkan, KPK saat ini hanya fokus pada tindak pidana korupsi. Namun untuk mengusut TPPU-nya, masih minim.

Padahal, kata Yenti, landasan untuk mengusut TPPU para koruptor sudah tertuang dalam Pasal 75 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

"Penegakan korupsi itu kan tidak hanya berharap dipenjaranya seseorang tetapi bagaimana orang itu dirampas lagi uangnya. Uang hasil korupsinya untuk dikembalikan ke negara atau yang berhak," jelasnya.

Lebih lanjut Yenti mengungkapkan bahwa para penggawa antirasuah itu berjanji akan menerapkan UU TPPU pada beberapa kasus yang ditangani saat ini.

"Mereka berjanji segera menerapkan TPPU dengan cara yang seideal mungkin, sesegera sejak awal, bukan korupsi selesai baru (diusut), seperti Nazaruddin jalan dulu baru TTPU," tandasnya.

(fas)
Live Streaming
Logo
breaking news x