Siswa STIP Tewas Dianiaya, Tradisi Senior Tindas Junior Harus Dihilangkan

Penganiayaan (Foto: Ilustrasi)

Penganiayaan (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA - Pasca-tewasnya taruna tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Amirulloh Adityas (18), Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menegaskan, bahwa sudah tidak seharusnya lagi ada budaya penganiayaan senior terhadap junior.

"Tidak waktunya lagi sekarang ada penganiayaan senior kepada juniornya," ujarnya kepada Okezone, Kamis (12/1/2017).

Edi memang tak memungkiri bahwa praktik penganiayaan senior kepada junior masih kerap terjadi. Hanya saja, selama ini pihak junior takut untuk melaporkan penganiayaan oleh seniornya tersebut.

"Selama ini junior sepertinya tidak melapor, karena takut dengan seniornya," kata Edi.

Edi berharap, dengan adanya peristiwa yang menewaskan taruna tingkat I STIP itu tidak kembali terulang lagi. Kemudian, tradisi senior menindas junior harus dihilangkan terutama di lingkungan dunia pendidikan.

"Kita mengharapkan tradisi memperlakukan junior dengan sewenang-wenang jangan ada lagi," tukasnya.

Seperti diketahui, Amirulloh Adityas (18), siswa tingkat I STIP tewas dikeroyok 4 orang seniornya. Peristiwa itu berlangsung di Gedung Dormitory Ring 4, kamar M 205 lantai 2 STIP, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

(Ari)
Live Streaming
Logo
breaking news x