Image

Setahun, Dua Sipir Lapas Pasir Tanjung Edarkan Sabu untuk Warga Binaan

BEKASI - Dua sipir Lapas Pasir Tanjung, Kabupaten Bekasi Ade Riyadi (42) dan Irham Setiasalam (27) diringkus polisi, Keduanya kedapatan mengonsumsi dan mengedarkan narkoba jenis sabu kepada warga binaan didalam lapas. Bahkan keduanya sudah nyambi mengedarkan sabu di tempatnya bekerja sudah satu tahun terakhir.

"Iya pengakuan tersangka mereka berdua menjalankan bisnis ini bersama, dan sudah berjalan selama kurang lebih satu tahun belakangan," kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adi Saputra, kepada wartawan saat ungkap kasus di lobby Polres Metro Bekasi, Kamis (12/1/2017) siang ini.

Menurut Asep, dalam menjalankan bisnisnya, kedua Sipir yang diketahui sudah bekerja, sejak Lapas Pasir Tanjung berdiri tiga tahun lalu itu, mengedarkan sabu kepada warga binaan sesuai dengan pesanan sehingga, tidak setiap hari mereka menjual.

"Mereka tidak jual setiap hari, tapi sesuai permintaan saja. Sementara dari pengakuan tersangka, mereka menjual sabu kepada warga binaannya tersebut dengan harga satu gramnya, seharga Rp2,5 juta," jelas Asep.

Polisi hingga kini masih mengembangkan kasus ini. Hal tersebut untuk memburu para pelaku lain yang menyuplai narkoba tersebut kepada para tersangka untuk diedarkan kepada warga binaan didalam lapas Pasir Tanjung.

"Iya sampai saat ini kasusnya masih dikembangkan dan didalami anggota Satnarkoba Polres Metro Bekasi guna mengejar tersangka lain yang menyuplai barang haram tersebut," sambungnya.

Sementara salah satu tersangka Ade Riyadi (42) mengakui jika narkoba jenis sabu yang didapatkan olehnya dari seseorang dengan membeli seharga, Rp1 juta.

"Saya beli satu gramnya sejuta, dan yang mengambil Irham. Setelah itu, baru saja jual sesuai permintaan warga binaannya seharga Rp 2,5 juta," ungkapnya.

Kini akibat perbuatannya, para tersangka bakal dikenakan pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU IR nomor 35 tahun 2009, dan bakal terancam kurungan penjara minimal 4 tahun, maksimal 12 tahun. (sym)

(ulu)
Live Streaming
Logo
breaking news x