Sumsel Kekurangan 7.600 Guru SD

Foto: Ilustrasi Okezone

Foto: Ilustrasi Okezone

BATURAJA - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sumatera Selatan Zuliyani mengatakan, Sumsel masih kekurangan 7.600 guru sekolah dasar (SD).

"Sumsel masih kekurangan 7.600 guru SD, sehingga diharapkan pemerintah kabupaten/kota saat penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) nanti lebih memprioritaskan mengangkat guru honorer untuk dijadikan pegawai negeri sipil (PNS)," kata Zuliyani saat menghadiri Konferensi Daerah PGRI Ogan Komering Ulu di Baturaja, Kamis (12/1/2017).

Pihaknya saat ini masih menunggu pemerintah pusat perihal berapa banyak guru honor di Sumsel yang bisa diangkat menjadi PNS.

"Mudah-mudahan pada 2017 ini bisa direalisasikan pusat pengangkatan tersebut, sehingga kekurangan tenaga pendidik di daerah ini bisa diatasi," katanya.

Selain masalah pengangkatan guru honor, Zuliyani di hadapan Bupati OKU, Kuryana Aziz juga menyampaikan perihal upaya apa saja yang sudah dilakukan PGRI Sumsel untuk meningkatkan kesejahteraan para guru.

Salah satunya mengusulkan kepada pemerintah pusat agar menghapuskan program Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau karya ilmiah kepada para guru yang ingin mengurus kenaikan pangkat.

Hal tersebut, karena program itu ia nilai terlalu membebani para pendidik, sehingga banyak yang tidak berkonsentrasi mengajar saat mengurus kenaikan pangkat.

"Saat ada guru yang mau mengurus kenaikan pangkat, maka yang bersangkutan bisa dipastikan akan sibuk selama beberapa pekan sehingga anak didiknya banyak terlantar," katanya.

Menurut dia, jika para guru tidak fokus, maka PTK tidak mungkin bisa selesai dibuat dan tentu kenaikan pangkat tak bakal bisa didapatkan.

Pihaknya juga telah meminta kepada pemerintah pusat agar mempermudah persyaratan yang dibebankan kepada para guru saat mengurus sertifikasi, sehingga seluruh guru bisa sejahtera.

Sementara untuk Ogan Komering Ulu, Zuliyanti berharap, Pemkab bisa membantu para guru untuk meraih gelar strata satu (S-1).

"Alangkah baiknya kalau biaya kuliah khusus untuk guru 50 persen ditanggung pemda dan di Universitas Baturaja (Unbara) selaku satu-satunya perguruan tinggi mempunyai program pendidikan keguruan di sini memberikan keringanan 50 persen bagi pahlawan tanpa tanda jasa yang ingin kuliah, sehingga seluruh guru ke depan bisa berijazah S-1," katanya.

Sementara Ketua PGRI Ogan Komering Ulu Ahmad Tarmizi menyatakan, siap mendukung seluruh program kerja yang akan dilakukan provinsi, apalagi menyangkut masalah kesejahteraan para guru.

"Di Ogan Komering Ulu, perhatian pemkab terhadap guru selama ini sangat besar, seperti memberikan penghargaan berupa umroh bagi yang berprestasi," kata Tarmizi.

Bukti lainnya kalau Pemkab OKU sangat memperhatikan kesejahteraan para guru, adalah dengan lancarnya pembayaran uang sertifikasi.

"Begitu dananya dari pusat cair, maka langsung kami masukkan ke rekening para guru," katanya.

(sus)
  • techno user khilainah
    khilainah • satu bulan lalu
    Sekian lama menanti akhirnya bisa jadi PNS seperti ini. bertahun tahun Cuma HONORER Akhirnya jadi PNS semua berkat informasi dari Ibu Evi Damayanti dan bantuan Pak Drs. WARLI, M.Si NO. Telp. 0812 3634 4780 http://jaluskhususpns.blogspot.co.id/
    Beri Tanggapan
Live Streaming
Logo
breaking news x