facebook pixel

Dianggap Sangat Mahal, Pemilik Aston Martin DB9 Enggan Bayar Servis

Aston Martin DB9 (foto: Carscoops)

Aston Martin DB9 (foto: Carscoops)

VANCOUVER – Rupanya tak semua pemilik supercar mahal mampu menanggung biaya perbaikan yang nilainya selangit. Salah satunya Jessica Liu, pemilik Aston Martin DB9, yang tak ingin membayar biaya servis kerusakan mobilnya.

Liu yang sebelumnya mengalami kecelakaan menabrak batu besar yang akibatkan as roda depan serta bagian bodi rusak, membawa mobilnya ke diler resmi Aston Martin yang kemudian diminta memperbaiki di bengkel rekanan resminya.

Sayangnya, mobil yang dibeli Liu sejak Juni 2015 dengan harga USD200 ribu atau setara Rp2,6 miliar tersebut. Harus diperbaiki dengan biaya yang sangat mahal. Tagihan perbaikan mobil mencapai USD100 ribu atau sekira Rp1,3 miliar. Demikian seperti dikutip dari Carscoops, Sabtu (14/1/2017).

Dari tagihan tersebut, Liu dibebankan dengan penggantian rotor yang dibanderol USD30 ribu atau setara Rp400 juta, subframe depan seharga USD25 ribu atau sekira Rp333 juta. Serta, beberapa komponen lainnya, total perbaikan mencapai setengah dari harga mobil.

Kaget dengan biaya perbaikan tersebut, Liu menolak membayar seluruh biaya perbaikan yang dikeluarkan bengkel resmi Aston Martin. Sebab, pemilik mobil yang pernah digunakan dalam syuting ‘James Bons Skyfall’ dianggap tidak wajar.

Pemilik bahkan tidak ingin mengambil mobilnya di bengkel resmi, bahkan meminta harga mobil tersebut dijual dan sisanya dibayarkan kepadanya. Liu tidak percaya lagi dengan Aston Martin dan bengkel resmi yang menangani perbaikan mobilnya.

Beberapa kebijakan pun dikeluarkan pihak bengkel yang memberikan beberapa biaya penghapusan seperti servis yang mencapai USD5 ribu atau setara Rp66 juta dan biaya sewa tempat penyimpanan selama perbaikan yang mencapai USD18 ribu atau Rp240 juta.

(ton)