facebook pixel

Ingin Memodifikasi Lampu Belakang Mobil, Ini Ketentuannya

Tak hanya sekadar indah, memodifikasi mobil juga harus mempertimbangkan banyak hal (Foto:dok. Okezone)

Tak hanya sekadar indah, memodifikasi mobil juga harus mempertimbangkan banyak hal (Foto:dok. Okezone)

JAKARTA - Lampu belakang mobil terdiri dari tiga, yakni sein, penanda saat mundur, serta kombinasi rem dan lampu malam. Pabrikan kendaraan mendesain ketiganya dengan warna berbeda sesuai dengan fungsi dan aturan yang berlaku.

Lampu rem dan lampu malam menggunakan warna merah, sein oranye, dan untuk penanda mundur warna putih. Meski demikian, tak jarang pemilik kendaraan memodifikasi lampu belakang sehingga warnanya berubah. Padahal lampu tersebut menjadi penanda bagi pengemudi di belakang.

Sah-sah saja jika pemilik ingin membuat tampilan mobil lebih menarik, termasuk dengan memodifikasi lampu mobil. Namun, harus mempertimbangkan dan mengutamakan faktor keselamatan diri sendiri dan pengendara lain.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan ketika hendak memodifikasi lampu:

1. Mengganti mika lampu dengan warna transparan

Tak sedikit pemilik yang memodifikasi dengan mengganti mika lampu standar pabrik dengan model bening. Jika melakukan cara ini, maka sebaiknya diikuti dengan mengganti bohlam lampu yang sesuai dengan fungsinya, yakni bohlam merah untuk lampu malam dan rem, serta oranye untuk sein.

2. Mengganti bohlam berkedip

Meskipun terlihat lebih bergaya, penggunaan lampu yang berkedip justru akan mengganggu pengendara lain. Pengendara lain, terutama yang berada di belakang mobil, akan merasa kurang nyaman, pusing, bahkan dapat mengganggu konsentrasi mereka. Baiknya, berpikir ulang untuk mengganti dengan model bohlam ini.

3. Mengganti model lampu

Pemilik mobil dengan budget lebih tak hanya mengganti mika dan bohlam, tetapi juga desain lampu. Bahkan, ada pula yang mengganti bohlam dengan LED atau signature lamp. Meski terlihat indah ketika menyala, sebaiknya perhatikan juga desain signature lamp dan kekuatan cahayanya. Jangan sampai terlalu redup atau bahkan terlalu menyilaukan.

Sekadar diketahui, penggunaan lampu belakang kendaraan di Indonesia sebenarnya sudah diatur dalam Pasal 23 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan.

Sistem lampu dan alat pemantul cahaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 Huruf i meliputi,

c. Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip; d. lampu rem berwarna merah;

f. Lampu posisi belakang berwarna merah; dan g. lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda kecuali untuk Sepeda Motor.

Dijelaskan juga bahwa lampu tanda batas dimensi kendaraan bermotor berwarna putih atau kuning muda untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 milimeter untuk bagian depan dan berwarna merah untuk bagian belakang.(mli)

(ton)
​