Pemilu Prancis Diperkirakan Aman dari Serangan Hacker Rusia

Para politisi Prancis menghadiri debat capres dari sayap kiri. (Foto: AP/VOA Indonesia)

Para politisi Prancis menghadiri debat capres dari sayap kiri. (Foto: AP/VOA Indonesia)

PARIS - Eropa harus menghadapi kekhawatiran akan serangan cyber oleh Rusia. Namun, Prancis yang akan menghelat pemilu tahun ini diperkirakan akan aman dari serangan hacker negerinya Putin tersebut.

Beberapa kalangan berpendapat, Prancis tidak akan jadi sasaran karena berbagai alasan. Mulai dari kandidatnya sendiri sampai tidak adanya motif kuat atau insentif yang bisa dipetik dari peretasan seperti di Amerika.

"Saya berpendapat, banyak ketakutan bahwa Rusia akan ikut campur dalam pemilihan di Eropa," kata Stefan Soesanto, seorang peneliti kebijakan digital di Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri. "Tetapi bila Anda tengok Rusia, selalu ada tujuan di balik apa yang mereka lakukan dan teknologi yang mendukungnya," tambahnya. "Dan dalam pemilu Prancis, tidak ada hasil yang benar-benar menguntungkan atau merugikan."

Itu tidak berarti Rusia dan kekuatan asing lain tidak akan berusaha mempengaruhi pemilihan Prancis lewat cara-cara lain, kata pakar. Atau bahwa pejabat di sana tidak usah khawatir dengan ancaman di dunia maya.

"Kita tidak bisa naif," kata Menhan Prancis Jean-Yves Le Drian kepada harian Le Journal du Dimanche, ketika mengumumkan niat Prancis meningkatkan pertahanan dunia mayanya dalam dua tahun mendatang.

"Prancis berhak menanggapi dengan semua cara yang dinilainya tepat," tambah Le Drian.

Kekhawatiran dengan campur tangan Rusia juga dirasakan di seluruh Uni Eropa tahun ini. Sementara beberapa negara anggotanya, termasuk Jerman, Bulgaria dan Republik Ceko bersiap-siap menyelenggarakan pemilu.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x