Berbagi Pengalaman dengan Ketua Asosiasi Mahasiswa Kedokteran Asia Pasifik

Satria Nur Sya'ban. (Foto: Dok. Unair)

Satria Nur Sya'ban. (Foto: Dok. Unair)

JAKARTA - Pengalaman organisasi menjadi komponen penting bagi setiap mahasiswa selama kuliah. Tak cukup berorganisasi di level kampus, Satria Nur Sya'ban mengembangkan diri dengan bergabung dalam organisasi mahasiswa tingkat internasional.

Sebelumnya, mahasiswa kedokteran Universitas Airlangga (Unair) ini sudah dipercaya menjadi ketua Center for Indonesian Medical Students Activities (CIMSA) yang merupakan organisasi mahasiswa kedokteran tingkat nasional. Namun kini, dia telah resmi terpilih sebagai ketua regional International Federation of Medical Students’ Association (IFMSA) wilayah Asia Pasifik.

Satria menceritakan, proses pemilihan ketua regional IFMSA wilayah Asia Pasifik tersebut berlangsung melalui musyawarah dan pengambilan suara dari berbagai negara anggota federasi yang hadir dalam acara pertemuan di Kota Puebla, Meksiko. Diakuinya, hal ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa angkatan 2012 itu.

"Menjadi ketua IFMSA wilayah Asia Pasifik merupakan kesempatan untuk mengadvokasikan partisipasi pemuda dalam pengambilan keputusan, menyampaikan aspirasi anggota IFMSA dalam forum tingkat internasional, sekaligus membangun relasi untuk IFMSA dan beberapa negara organisasi anggotanya," ujarnya disitat dari laman Unair, Sabtu (14/1/2017).

Dia memaparkan, anggota IFMSA wilayah Asia Pasifik sendiri terdiri atas Indonesia, Australia, Fiji, Jepang, Singapura, Uzbekistan, Mongolia, Thailand, Filipina, India, Pakistan, Bangladesh, Kazakhstan, Nepal, Taiwan, Korea Selatan, China, dan Hong Kong. Menjadi ketua, kata Satria, membuat ia menggunakan pengalaman sebelumnya untuk mengerjakan tugas-tugasnya.

"Ada senang, ada takutnya juga. Senang karena usaha dan pengalaman saya akhirnya mengantarkan saya pada kesempatan yang luar biasa ini. Khawatirnya karena kemampuan saya belum mumpuni," sebutnya.

Sejak menjadi Ketua IFMSA hingga September, Satria berharap dapat membantu mahasiswa kedokteran, baik dari Indonesia maupun luar negeri, agar memiliki basis, kemampuan, dan rasa kepedulian yang kuat terhadap berbagai isu dan kelemahan terkait kesehatan. "Juga peduli terhadap masalah-masalah kemanusiaan yang ada di sekitar kita," tukasnya. (ira)

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x