facebook pixel

Apa Kabar Proyek Skuter Listrik Honda?

Honda EV Neo (Okezone)

Honda EV Neo (Okezone)

JAKARTA - Tahun lalu PT Astra Honda Motor (AHM) melakukan uji coba perilaku berkendara sepeda motor listrik di Indonesia menggunakan model EV Neo. Skuter yang sudah dijual di beberapa negara itu dianggap sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia. Hasil uji coba tersebut akan menjadi masukan bagi AHM sebelum menjual produknya di Indonesia.

Executive Vice President Director PT AHM Johannes Loman mengatakan, saat ini skuter listrik tersebut masih dalam pengembangan.

"Lagi di-development. Sama seperti semua industri dan semua brand, saya kira masih perlu waktu," kata Loman, beberapa waktu lalu.

Selain pengembangan produk, pihaknya juga melakukan studi mendalam, salah satunya mengenai baterai.

"Hal yang penting dari sepeda motor listrik itu baterai dengan jangkauan lebih jauh dan kalau di-charge waktunya tidak terlalu lama. Yang penting lagi keamanannya, karena baterai tidak aman itu bisa bahaya. Jadi perlu dipikirkan hal-hal seperti itu," terangnya.

Ia menambahkan, sepeda motor listrik juga tidak menghasilkan suara sehingga harus dipikirkan soal keamanan pengemudi dan pengguna jalan lain. Hal lain adalah faktor kecepatannya, karena laju sepeda motor listrik dengan produk bermesin konvensional berbeda.

"Kalau di suatu jalan ada yang satu lebih cepat ada yang satu lebih pelan dan sebagainya itu kan perlu dipikirkan supaya aman," pungkas dia.

Honda EV Neo didukung dengan baterai lithium Ion. Kecepatan maksimumnya 34 kilometer per jam. Skuter yang digunakan itu dirancang untuk dinaiki satu orang dengan sebuah boks barang berkapasitas maksimal 30 kilogram. (san)

(ton)
​