Image

Setelah 7 Tahun Bela Palestina, Turki Kembali Kirim Menteri ke Israel

TEL AVIV – Menteri Pariwisata Turki, Nabi Avci, menjadi jajaran kabinet pertama yang mewakili Ankara berkunjung ke Israel dalam tujuh tahun terakhir. Turki terakhir kali mengirimkan menterinya ke Tel Aviv pada 2010.

Hubungan kedua negara merenggang akibat pendudukan Israel di tanah Palestina. Turki dan Israel lantas menarik masing-masing utusannya dari Ibu Kota, setelah pasukan Israel menewaskan 10 aktivis Turki di kapal dalam aksi solidaritas Gaza.

Avci menemui Menteri Pariwisata Israel, Yariv Levin, di Ibu Kota Israel di tengah sengketa hukum baru untuk melegalkan pembangunan pos-pos ilegal di Tepi Barat. Akan tetapi, keduanya menampik permasalahan ini saat ditemui awak media dalam konferensi pers. Levin mengalihkan isu tersebut ke pembahasan lain.

“Saya rasa hubungan bilateral antara Israel dan Turki merupakan komponen penting untuk stabilitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” terang Levin, seperti dikutip dari The New Arab, Rabu (8/2/2017).

Sementara Avci menimpali pernyataan Levin dengan pujian. Dia menyanjung kedatangan para wisatawan Israel ke Turki. Katanya, “Itu sudah kewajiban kami untuk menyambut para wisatawan yang datang dari Israel sebaik mungkin.”

Turki diketahui merupakan tujuan utama wisata bagi rakyat Israel. Setiap tahun minimal ada puluhan ribu orang Israel yang berangkat ke Turki. Meski kedua negara sempat berseteru, hubungannya telah membaik pada Juni 2016.

Kunjungan dinas Menteri Pariwisata Turki ini juga bertepatan dengan hari unjuk rasa warga Palestina. Demonstrasi bertujuan mengecam kebijakan baru Israel untuk membangun pemukiman di wilayah kedaulatan Palestina di Tepi Barat.

“Kami sangat mengutuk segala pengesahan undang-undang oleh Parlemen Israel yang memberikan persetujuan untuk membangun 4.000 gedung di lahan pribadi rakyat Palestina,” demikian Kementerian Luar Negeri Palestina menyerukan.

(Sil)
Live Streaming
Logo
breaking news x