Usut Kasus Suap Atase Imigrasi KBRI, KPK Periksa Pihak Swasta

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Putera Negara/Okezone)

Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Putera Negara/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tancap gas dalam mendalami kasus dugaan suap terkait penerbitan paspor RI dengan metode reach out tahun 2016 dan proses penerbitan calling visa tahun 2013-2016 yang melibatkan Atase Imigrasi pada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Malaysia, Dwi Widodo.

Kali ini penyidik lembaga antikorupsi itu memanggil seorang saksi dari pihak swasta, yakni Hendra Suryono. Ia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dwi Widodo.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk Dwi Widodo (DW)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Sekadar diketahui, kasus yang melibatkan Dwi Widodo yang juga sebagai penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) ini telah dilakukan penyelidikannya sejak pertengahan 2016. Proses penyidikan dilakukan sekira pertengahan Januari 2017.

Dwi Widodo diduga menerima suap Rp1 miliar dari perusahaan di Malaysia. Modus yang dilakukan Dwi adalah meminta sejumlah uang kepada pihak perusahaan sebagai agen atau makelar untuk memberikan sejumlah uang atas pembuatan paspor bagi warga negara Indonesia (WNI) di Malaysia.

Atas perbuatannya itu, Dwi Widodo, disangkakan Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x