facebook pixel

Penyebab Sepeda Motor Tak Stabil ala Kakek Heru

Heru berbagi tips penyebab motor tak stabil (Foto: Prabowo/Okezone)

Heru berbagi tips penyebab motor tak stabil (Foto: Prabowo/Okezone)

BANTUL - Terkadang, pengguna sepeda motor kerap merasakan tunggangannya tidak stabil, setang motornya kerap 'lari' baik ke kiri atau ke kanan. Apalagi motor bekas kecelakaan. (Baca: Kakek Bikin Heboh Yogya Bisa Perbaiki Motor Rusak Parah Bekas Tabrakan)

Ada tiga penyebab handling sepeda motor bermasalah ala Heru, seorang kakek yang membuat heboh Yogyakarta dengan aksinya mengendarai sepeda motor di jalan raya Yogya-Solo sambil lepas tangan dan berdiri. Ketiga hal itu adalah setang, ban, dan suspensi.

Kondisi setang, kata dia, merupakan penyebab umum sepeda motor tak seimbang, ketimbang ban dan suspensi.

"Setang gliyer (pusing, seperti sempoyongan), geal-geol. Itu dipastikan tidak seimbang, bisa menyebabkan jatuh," kata Heru, saat ditemui di bengkelnya di Bantul, DIY, beberapa waktu lalu.

Menurut pria kelahiran 20 September 1955 itu, sepeda motor yang baru dibeli pun tidak dijamin bebas dari masalah kestabilan.

Untuk mengetahui handling motor bermasalah atau tidak bisa juga diuji dengan cara dikendarai sambil melepas tangan dari setang. Tentunya hal ini hanya direkomendasikan bagi yang sudah ahli serta dilakukan di jalan sepi. (Baca: Aksi Kakek Kendarai Motor di Yogya Sambil Berdiri, Ini Komentar Polisi)

"Kalau dikendarai sambil lepas tangan jalannya selalu belok. Ketika badan lurus, motor belok. Atau kalau badan diarahkan ke kiri atau kanan motor justru jalannya lurus," paparnya.

Selanjutnya, kata pemilik bengkel motor Sumber Jaya Sakti, di Jalan Wonosari Km 12, ini pengendara mengalami kesemutan saat perjalanan. Hal ini karena ia berusaha menyeimbangkan setang dengan tangannya, tanpa disadari sebenarnya tangan bekerja secara tidak normal.

"Tangan kesemutan setelah perjalanan setengah jam. Selain itu juga gampang pegal. Itu bisa juga jadi bukti motor tak stabil," paparnya.

Ia menambahkan, bila motor habis menerjang lubang atau saat direm, setang cenderung membanting ke kanan atau kiri.

Selain itu, kata dia, stabil atau tidaknya motor juga bisa disebabkan dari kondisi ban. "Ban juga bisa, sisi sebelah masih ada batikan (ulir), yang sisi sebelahnya sudah aus," katanya.

Hal lain, kalau belok ke kanan motor terkadang lepas kendali seperti ban kempes atau kurang angin. Selain itu, saat melewati garis kejut atau jalan yang tak lurus seperti selip atau mau kepleset.

Ketsabilan motor juga ditentukan dari suspensi. Jika terlalu keras bisa memengaruhi keseimbangan motor. Namun untuk suspensi jarang sekali terjadi dan bisa di-setting ulang.

(ton)
​