facebook pixel

Mobil Perdesaan, Menghidupkan Perekonomian Masyarakat Desa

Mobil perdesaan (Foto: Kemenperin)

Mobil perdesaan (Foto: Kemenperin)

JAKARTA - Melalui kendaraan perdesaan aktivitas masyarakat desa yang sebagian besar bertani menjadi lebih mudah. Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan selain sebagai alat angkut, dengan adanya mobil perdesaan bisa lebih menghidupkan perekonomian desa.

“Kendaraan perdesaan adalah wujud kemandirian industri nasional karena 100% komponennya dari dalam negeri. Kendaraan ini juga diharapkan mendorong kegiatan ekonomi di perdesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah (IKM),” kata Airlangga.

Sementara itu, Dirjen Industri Kecil dan Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih mengatakan bahwa pelaku IKM dalam negeri siap untuk memasok kebutuhan kendaraan perdesaan. “IKM kita sudah banyak yang mampu memproduksi komponen untuk automotif. Misalnya, IKM yang berasal dari sentra logam di daerah Ceper, Klaten, dan Tegal, Jawa Tengah, ” ujarnya.

Kementerian Perindustrian mencatat, sebanyak 300 IKM di sentra logam Ceper, Jawa Tengah, telah menyerap tenaga kerja 3.200 orang. Sedangkan, di sentra IKM logam Tegal, tercatat lebih dari 2.929 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja mencapai 1.500 orang memproduksi komponen untuk mesin pertanian, perkapalan, mesin berat, dan automotif.

Gati berharap, prototipe kendaraan pedesaan ini bisa disebar ke seluruh provinsi di Indonesia. “Nanti bisa di-share ke 34 provinsi. Tiap provinsi dapat satu untuk diuji coba. Maka, Kemenperin menggandeng Kementrian untuk membahas anggaran,” tandasnya. (san)

(ton)