facebook pixel

Software Bermasalah, Toyota Recall Seluruh Mobil Hidrogen Mirai

Toyota Mirai dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 (Foto: Okezone)

Toyota Mirai dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 (Foto: Okezone)

TOKYO - Toyota Motor, Rabu (15/2/2017), mengumumkan recall terhadap seluruh mobil fuel cell hidrogen Mirai yang dipasarkan di seluruh dunia. Penarikan untuk dilakukan diperbaikan itu disebabkan kesalahan pada perangkat lunak (software)yang dapat mematikan sistem hidrogen.

Seperti dikutip dari AFP, ada 2.800 unit Mirai yang sudah beredar di pasar, yakni diproduksi antara November 2014 dan Desember 2016. Mobil yang pernah dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 ini banyak terdapat di Amerika Serikat dan Jepang.

Mirai atau dalam bahasa Indonesia disebut 'Masa Depan' pertama kali diluncurkan pada akhir 2014. Mobil tersebut merupakan andalan Toyota untuk bersaing di segmen mobil listrik di pasar global.

Bedanya dengan mobil listrik yang dipasarkan oleh produsen lain, produk Mirai mengandalkan gas hidrogen.

Mobil fuel cell berarti kendaraan tersebut bekerja dengan mengandalkan kombinasi antara hidrogen dan oksigen dalam sebuah reaksi elektrokimia. Hasil reaksinya menghasilakn energi listrik. Bahkan, energi listrik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan listrik di rumah.

Namun pemasaran mobil ini masih terkendala dengan keterbatasan stasiun pengisian gas hidrogen. Mirai dijual dengan harga 6,7 juta yen atau sekira Rp780 juta.

(ton)
​