facebook pixel

Segmen Pasar Mobil SUV 7-Seater & MPV Beda, Ini Penjelasannya

Pertumbuhan penjualan SUV dinilai tak akan sampai kalahkan dominasi MPV (Foto: Okezone)

Pertumbuhan penjualan SUV dinilai tak akan sampai kalahkan dominasi MPV (Foto: Okezone)

BANDUNG - Mobil jenis sport utility vehicle (SUV) dan multi purpose vehicle (MPV) berbeda. Tak hanya dari sisi bentuk, namun juga fungsi serta harga.

Awalnya, SUV identik dengan kendaraan dua baris bangku dan ber-ground clearance tinggi. Dari segi jantung penggerak, kapasitas mesinnya lebih besar dengan penekanan pada torsi. Di Indonesia, SUV cukup diminati, apalagi setelah semakin banyak agen pemegang merek (APM) yang menawarkan veris 7-seater-nya atau dengan tiga baris bangku.

Di Indonesia, pasar MPV cukup menjanjikan sehingga tak heran jika hampir semua pelaku bisnis automotif memasarkan MPV. Sebut saja Toyota yang memasarkan Avanza dan Innova, Honda menjual Mobilio, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, dan Nissan Grand Livina.

Namun belakangan ini pertumbuhan penjualan mobil MPV tak setinggi SUV 7-seater. Meski demikian, secara volume, produk low MPV masih berlum terkalahkan.

Head of MMC Sales and Marketing Group PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) Imam Choeru Cahya menilai, SUV 7-seater membuka segmen baru sehingga tidak memakan jatah low MPV. Di sinilah pasar kendaraan berkapasitas tujuh penumpang sebenarnya semakin berkembang, tidak stagnan.

Menurut Imam, ada beberapa faktor yang membuat segmen MPV dan SUV 7-seater bisa terbentuk masing-masing.

"Pertama roomy-nya beda. Terus kedua, SUV ini memang rata-rata ground clearance tinggi," terang Imam, di Bandung, Kamis (16/2/2017).

Terkait harga, kata Imam, SUV lebih mahal dari MPV. "SUV yang sekarang harganya di atas MPV. Kelasnya berbeda karena itu segmen konsumennya juga pasti berbeda," pungkas dia.

(ton)
​