facebook pixel

Lima Mobil Terbang yang Segera Terwujud

Mobil terbang yang dikembangkan Airbus (Airbus)

Mobil terbang yang dikembangkan Airbus (Airbus)

JAKARTA - Tahun 2020 bisa dibilang menjadi tonggak baru dalam perkembangan teknologi di bidang transportasi. Selain mobil listrik serta kendaraan berteknologi otonom, beberapa perusahaan juga mulai memasarkan mobil terbang.

Umumnya, perusahaan yang mengembangkan mobil terbang tidak terkait dengan produsen automotif. Perusahan-perusahaan tersebut merupakan produsen drone, starup, bahkan pembuat pesawat terbang, seperti Airbus.

Periode 2017-2019 merupakan masa uji coba, namun ada yang sudah membuka pemesanan unit, seperti perusahaan asal Belanda, Pal-V.

Berikut beberapa produsen mobil terbang yang segera mewujudkan produknya ke tahap produksi, seperti dirangkum Okezone:

1. Pal-V

Perusahaan asal Belanda ini sudah membuka pemesanan mobil terbang untuk model Liberty. Bentuknya seperti helikopter dengan satu baling-baling utama di atap. Baling-baling bisa dilipat jika mobil digunakan di darat. Pal-V Liberty hanya bisa digunakan oleh pengemudi berlisensi pilot serta tentunya memiliki SIM.

Selain harus memiliki lisensi pilot, untuk bisa memiliki Pal-V Liberty, seseorang harus membayar USD600 ribu atau sekira Rp8 miliar.

2. Vahana

Mobil ini merupakan hasil pengembangan perusahaan dirgantara raksasa Eropa, Airbus. Meski bermarkas di Eropa, namun pengerjaan Vahana dilakukan di pusat penelitian Silicon Valley, California. Nantinya Vahana juga akan menggunakan teknologi otonom, namun untuk tahap awal, mobil ini harus dikendalikan oleh sopir.

Kendaraan listrik yang mampu lepas landas secara vertikal ini dilengkapi dengan baling-baling di depan dan belakang. Airbus berencana menguji cobanya pada akhir 2017 dan akan diproduksi massal pada 2020.

3. Lilium Jet

Mobil terbang ini merupakan produksi perusahaan Jerman Lilium Aviation. Kapasitas kabinnya mampu menampung dua orang. Untuk lepas landas, Lilium Jet mengandalkan 36 baling-baling yang berjajar di sayap-sayapnya. Sementara untuk melaju di udara, mobil terbang ini mengandalkan jet bertenaga listrik.

Liliuam Aviation sudah menguji coba produknya meski bentuknya masih mini. Hebatnya, kendaraan ini memiliki kecepatan maksimum 304 km/jam dengan daya jelajah 300 km.

4. Volocopter

Mobil terbang produksi perusahaan Jerman, e-Volo, ini juga disebut dengan multikopter listrik. Ada 18 baling-baling yang bisa menerbangkan dua orang sekaligus. Dari bentuknya Volocopter tampa seperti perpaduan antara helikopter dan drone. Volocopter dioperasikan dengan dikendalikan dari darat, sehingga tidak memerlukan pilot berlisensi.

5. Transition/TF-X

Mobil terbang yang satu ini merupakan hasil karya perusahaan Terrafugia yang berbasis di Woburn, Massachusetts, Amerika Serikat. Kendaraan ini sudah cukup lama dikembangkan yakni sejak 10 tahun lalu. Nama Transition dipilih untuk menunjukkan kemampuannya mampu melaju di darat dan udara setiap saat. Mobil terbang ini akan diproduksi massal pada 2019. Selain Transition, Terrafugia juga mengembangkan mobil terbang berbaling-baling bernama TF-X sehingga bisa lepas landas dan mendarat secara vertikal.

(ton)
​