Kakak Tiri Kim Jong-un Dibunuh, Korsel Perketat Keamanan Pembelot Korut

Kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam, saat ditahan di China pada 2007 (Foto: AFP)

Kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam, saat ditahan di China pada 2007 (Foto: AFP)

SEOUL – Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Korea Selatan (Korsel) Hwang Kyo-ahn memerintahkan peningkatan pengamanan kepada semua pembelot Korea Utara (Korut) yang berada di Negeri Ginseng. Perintah itu dikeluarkan setelah kakak tiri Kim Jong-un tewas diracun di Malaysia.

Kim Jong-nam diduga disemprot racun oleh dua orang perempuan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada Senin 13 Februari 2017 pagi waktu setempat. Salah satu terduga pelaku diketahui bernama Siti Aishah asal Indonesia.

Diwartakan Yonhap, Kamis (16/2/2017), Plt Presiden Hwang Kyo-ahn menerbitkan perintah tersebut saat rapat terbatas dengan menteri kabinet. Rapat tersebut dilakukan untuk membahas sejumlah isu yang salah satunya adalah potensi provokasi Pyongyang

Para pejabat Korsel sepakat untuk menjalankan perintah pengetatan keamanan tersebut untuk memastikan keamanan para pembelot asal Korut dengan profil tinggi, seperti mantan Wakil Duta Besar Korut untuk Inggris Thae Yong-ho. Pengetatan keamanan juga dilakukan kepada warga Korsel yang dianggap berpotensi menjadi target serangan Korut.

Kim Jong-nam diduga dibunuh oleh dua agen mata-mata Korut. Para pengamat menduga, pembunuhan tersebut sebagai bagian dari skema Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un untuk menihilkan ancaman potensial terhadap kepemimpinannya.

Putra sulung Kim Jong-il itu dibunuh saat hendak menaiki pesawat tujuan Macau. Berdasarkan CCTV bandara, Jong-nam tiba-tiba didekati oleh dua orang perempuan. Ia kemudian merasa tidak enak badan dan meminta pertolongan kepada petugas bandara. Kim Jong-nam meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x