Punya Empat Anak, Pria di China Dipaksa Vasektomi

Ilustrasi (Foto: Pascal Lauener/Reuters)

Ilustrasi (Foto: Pascal Lauener/Reuters)

LUOKAN – Seorang ayah beranak empat dipaksa menjalani vasektomi atau pemotongan organ vital oleh otoritas lokal di Luokan, China. Pria berusia 42 tahun itu tengah pulang ke kampung halamannya itu ketika ditangkap oleh petugas keluarga berencana (KB).

Ia diketahui memiliki tiga orang anak dari istri pertama dan satu orang anak dari istri kedua. Pria yang tidak diketahui namanya itu dipaksa menjalani sterilisasi pada 8 Februari 2017 karena melanggar kebijakan dua anak yang berlaku di China.

Pria itu mengklaim otoritas menculiknya saat tengah berkumpul dengan teman-temannya. Bersama dengan istri dan anaknya yang berusia dua tahun, pria itu digelandang ke kantor pemerintah. Ia diwajibkan membayar denda CNY20 ribu (setara Rp38 juta) karena melanggar kebijakan dua anak.

“Saya menolak membayar denda tersebut. Saya yakin tidak terdaftar sebagai penduduk setempat sehingga mereka (pemerintah setempat) tidak bisa menuntut saya secara hukum,” ujar pria itu, mengutip dari Russia Today, Kamis (16/2/2017).

Ia mengaku diserang oleh sekira 10 orang dan dipaksa menjalani operasi vasektomi ketika hendak meninggalkan kantor pemerintah daerah. Ketika istrinya menelefon polisi terkait penculikan tersebut, korps baju cokelat itu malah meminta perempuan tersebut untuk bekerja sama dengan pejabat setempat.

Pemerintah daerah (pemda) Luokan mengatakan operasi vasektomi itu sudah sesuai dengan undang-undang. Berdasarkan pernyataan resmi, pemda setempat memanfaatkan kesempatan ketika pria itu pulang dalam rangka libur Tahun Baru Imlek. Otoritas menolak dituduh memaksa operasi vasektomi dan berdalih telah memberikan penjelasan kepada korban.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x