Guys, Percuma Lho Belajar Bahasa Inggris tapi Gak Percaya Diri

Foto: Dok UNS

Foto: Dok UNS

JAKARTA - Kemampuan bahasa Inggris kini sudah menjadi kebutuhkan setiap anak muda. Untuk itu, guru bahasa Inggris perlu berinovasi, yakni mengajarkan bahasa Inggris dengan metode baru, seperti storytelling dan debating.

Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Munawir dalam seminar bertajuk 'The Power of Storytelling & Debating in ELT' mengatakan, guru diharapkan mampu mengikuti perkembangan dunia pendidikan dengan persaingannya yang semakin ketat. Pada kesempatan tersebut, hadir empat pembicara, yakni Hamish Lokhu, Shalia McCall, Olivia Kinney, dan Quin Nelson.

"Karena perkembangan dunia pendidikan semakin kompetitif, guru-guru harus mampu memahami dan menguasai wawasan global," ujarnya dinukil dari laman UNS, Jumat (17/2/2017).

Sedangkan pembicara seminar, Hamish Lokhu menjelaskan, metode storytelling akan memperkaya kosakata siswa. Meski begitu, storytelling harus dihubungkan dengan public speaking supaya siswa percaya diri menggunakan bahasa Inggris.

"Aspek terpenting dari storytelling adalah hiburan, dan untuk menghibur. Kita harus merasa nyaman di atas panggung. Itulah bagian pokok dari kepercayaan diri," tutur pembicara lainnya, Shalia McCall.

Sementara Olivia Kinney mengungkapkan, rasa percaya diri bisa diasah dengan meminta mereka untuk berbicara dengan teman-temannya. Kemudian, secara bertahap latihan dengan mini debating di depan kelas.

"Sebagai guru wajib menciptakan lingkungan yang sangat positif dan dapat memberikan dorongan bagi siswa. Debating sangatlah bermanfaat karena melalui kegiatan tersebut siswa dapat mengekspresikan diri mereka," tambah Quin Nelson.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x