Praktik Perpeloncoan Militer Jerman Paksa Tentara Perempuan Telanjang

Tentara Jerman. (Foto: Reuters)

Tentara Jerman. (Foto: Reuters)

BERLIN – Praktik perpeloncoan tak wajar yang terjadi di korps militer Jerman terungkap melalui laporan yang dirilis media berpengaruh Jerman, Der Spiegel. Terungkapnya praktik ini mengejutkan sekaligus mencoreng reputasi Kementerian Pertahanan Jerman.

Kementerian Pertahanan Jerman pada Rabu, 15 Februari menerbitkan laporan yang mengonfirmasi “ritual” memalukan tersebut. Kementerian segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui sejauh mana pelecehan dan praktik asusila itu terjadi.

Laporan media Jerman mengungkap bahwa di barak Stauffer, di Pfullendorf, Jerman selatan, para tentara perempuan yang direkrut dipaksa untuk telanjang dan menari di tiang. Sementara itu, para tentara pria senior mabuk.

Dengan dalih “tes medis”, para tentara perempuan yang direkrut dipaksa menanggalkan pakaian. Para tentara pelatih kemudian melakukan pecelecehan terhadap tubuh para tentara perempuan tersebut. Sedangkan instruktur lainnya mengambil foto aksi itu dengan klaim untuk tujuan pelatihan.

Menurut kesaksian korban, beberapa tentara perempuan juga disodomi. Korban lainnya mengaku diikat di kursi dan disiram dengan selang air.

Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen memimpin langsung investigasi atas kasus ini. ”Tindakan di Pfullendorf menjijikkan dan keji,” katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Sindonews dari Deutsche Welle, Jumat (17/2/2017).

Tujuh supervisor dalam pelatihan tentara tersebut kini telah dipindahkan ke pangkalan lain. Namun, tidak ada yang dipecat.

Politisi dari Partai Uni Demokratik Kristen, Gisela Manderla, mengkritik Leyen untuk tidak menjatuhkan hukuman yang berat terhadap pelaku perpeloncoan memalukan di barak militer.

”Anda mungkin tidak akan pernah dapat sepenuhnya menghentikan ritual perpeloncoan di kalangan tentara. Tetapi orang-orang yang melanggar hak-hak pribadi seseorang dan privasinya harus dipecat dari Bundeswehr (kemiliteran Jerman) segera,” pungkasnya. (dka)

(Sil)
Live Streaming
Logo
breaking news x