Anggota Parlemen India Ajukan Pemangkasan Biaya Pesta Pernikahan

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Ilustrasi. (Foto: Reuters)

NEW DELHI – Kemewahan pesta pernikahan di India yang digelar di istana, dengan menghadirkan gajah, tari-tarian dan hidangan-hidangan mahal bisa jadi tidak akan terdengar lagi jika rancangan undang-undang (RUU) yang diajukan Ranjeet Ranjan disetujui. Politikus Partai Kongres itu merasa kesal dengan pemborosan yang dikeluarkan dan mengajukan aturan untuk membatasi anggaran pesta dan menyalurkannya pada rakyat miskin.

Diwartakan Straits Times, Jumat (17/2/2017), sebagian besar tabungan hidup warga India dihabiskan untuk pesta pernikahan yang angkanya mencapai 5 juta rupee atau sekira hampir Rp1 miliar. Tidak aneh bagi sebuah keluarga perkotaan yang kaya untuk mengundang ribuan tamu dengan perayaan yang berlangsung selama berhari-hari.

Proposal yang diajukan Ranjeet mungkin akan memaksa keluarga-keluarga di India memikirkan kembali rencananya mengadakan kembang api atau hiburan mewah lain dalam pesta pernikahan. RUU baru itu akan memberi persyaratan biaya pesta pernikahan yang melebihi 500 ribu rupee atau sekira Rp100 juta harus menyumbangkan 10 persen total pengeluarannya untuk pernikahan keluarga miskin India.

“Saya telah melihat orang mengeluarkan dua juta rupee hanya untuk makan malam tamu pernikahan. Orang-orang sesumbar mereka akan menghidangkan 15 jenis makanan manis yang dibawa dari empat provinsi,” kata Ranjeet.

“Belakangan ini pernikahan lebih kepada pameran kekayaan. Mengapa keluarga miskin harus ditekan untuk menghabiskan begitu banyak uang,” tambahnya.

RUU tersebut akan dibahas saat parlemen India berkumpul pada Maret. Namun, proposal ini diprediksi akan menghadapi banyak rintangan agar bisa disahkan sebagai UU.

Pesta pernikahan mewah menarik intrik dan rasa muak di India. Keluarga miskin bahkan bisa bangkrut demi menyelenggarakan pesta untuk memenuhi harapan dari teman dan kerabat.

(dka)
Live Streaming
Logo
breaking news x