Indonesia Perbaharui Kerjasama Bilateral dengan Jerman

Menlu Indonesia Retno LP Marsudi dalam pertemuan G20. (Foto: Twitter/dok. Kemlu RI)

Menlu Indonesia Retno LP Marsudi dalam pertemuan G20. (Foto: Twitter/dok. Kemlu RI)

BONN – Di sela-sela pertemuan G20, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno LP Marsudi mengadakan rapat bilateral dengan Menlu Jerman Sigmar Gabriel di Bonn. Keduanya membahas pembaharuan kerjasama antarnegara sebagai bentuk tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Jerman pada April 2016.

Secara umum, kerjasama yang dibuat berkaitan dengan bidang ekonomi, sumber daya energi, maritim dan pendidikan vokasional (pelatihan kejuruan). Kedua menlu juga sepakat untuk membahas perluasan bidang kerjasama komprehensif antara Indonesia dan Jerman.

Terkait dengan pelatihan kejuruan, Menlu Jerman menekankan bahwa sistem pendidikan seperti ini hanya akan berhasil apabila terdapat peran aktif, kolaborasi dan rasa tanggung jawab yang tinggi dari perusahaan dan organisasi buruh atas pentingnya tenaga kerja yang terampil. Sistem pendidikan vokasional berhasil diterapkan Jerman karena adanya kerjasama yang baik antara perusahaan dan organisasi buruh, yang menentukan keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan pasar.

Untuk itu, “Kami mengundang sektor swasta di Jerman untuk dapat berkolaborasi dengan Indonesia untuk mendukung pendidikan vokasional melalui program magang dan training for trainee,” ujar Menlu Retno.

Sementara di sektor maritim dan pembangunan, Menlu Retno mengundang investor Jerman hadir mendukung pengembangan Pusat Kelautan dan Perikanan di pulau-pulau terluar di Nusantara. Mantan Dubes RI untuk Belanda tersebut juga berharap agar pembahasan kerjasama pembangunan dapat diarahkan sesuai prioritas pembangunan nasional.

Dari segi ekonomi, kedua menlu sepakat mendorong percepatan proses perampungan kerjasama kemitraan ekonomi yang komprehensif (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa. “Sebab, sebagai dua negara yang merupakan ekonomi terbesar, Indonesia di Asia Tenggara dan Jerman di Uni Eropa, merupakan suatu hal yang alami untuk memiliki hubungan kerjasama ekonomi yang dekat dan intensif,” terang Menlu Retno.

Jerman merupakan mitra dagang utama Indonesia di Benua Biru. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD6,1 miliar pada 2015. Investasi Jerman di Indonesia mencapai USD133,2 juta dalam 310 proyek pada 2016.

Dari segi pariwisata, jumlah wisatawan Jerman yang datang ke Indonesia ada 117.883 pada periode Januari – Juli lalu. Dengan torehan ini, Jerman menjadi negara ketiga terbesar di Eropa yang menambah pendapatan devisa Indonesia.

(Sil)
Live Streaming
Logo
breaking news x