Emirsyah Satar Berkelit soal Suap Berbentuk Aset Senilai USD2 Juta

Emirsyah Satar (Foto: Fahreza/Okezone)

Emirsyah Satar (Foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, rampung menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Airbus Garuda Indonesia dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce.

Luhut Pangaribuan, pengacara Emir, berkelit bahwa kliennya menerima suap dalam bentuk barang atau aset senilai USD2 juta yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

"Oh enggak-enggak, itu enggak betul (menerima suap berbentuk aset USD2 juta). Sudah cukuplah sementara, nanti kan masih ada pemeriksaan lagi. Saya kira cukup lah," kata Luhut di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (17/2/2017).

Ia mengatakan, pengadaan mesin pesawat Airbus Garuda Indonesia dari perusahaan asal Inggris Rolls-Royce itu sudah sesuai aturan. "Ya, prosesnya sesuai aturan," tukas dia.

Sekadar diketahui, penyelidikan kasus ini sudah dilakukan sejak tahun 2016. Pada awal tahun ini, KPK baru berhasil mengumpulkan sejumlah bukti untuk menetapkan tersangka dalam kasus suap pengadaan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia Tbk.

Emir sendiri diduga menerima sejumlah uang dari Beneficial Owner Connaught Intenational Pte. Ltd, Soetikno Soedarjo yang juga diduga sebagai perantara pihak Rolls-Royce di Indonesia.

Dari pengembangan sementara, Emir menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Dan barang yang diterima senilai USD2 juta, yang tersebar di Singapura dan Indonesia.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x