Walah.. Oknum Guru Honorer Nyambi Edarkan Uang Palsu

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari pelaku. (Foto: Nanag F)

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari pelaku. (Foto: Nanag F)

SUNGAIPENUH - NV (25), seorang oknum guru honorer disalah satu sekolah di Kota Sungaipenuh dibekuk Sutuan Reskrim Polres Kerinci, Jambi. Pasalnya, gadis asal Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit ini tertangkap tangan saat membelanjakan uang palsu (Upal).

Penangkapan itu berawal saat NV mengisi pulsa handphone di salah satu konter pulsa di Kecamatan Depati Tujuh. Saat itu NV membayarkan uang pecahan Rp50 ribu kepada penjaga konter. Namun, pemilik konter merasa uang Rp50 ribu tersebut jauh berbeda dari yang asli, kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian Polres Kerinci.

Mendapat laporan dari masyarakat, anggota Satreskrim Polres Kernci langsung bergerak cepat, dan mendatangi konter tersebut. Disana, NV masih berada di konter, dan polisi langsung mengamankan NV.

Selanjutnya, polisi juga langsung melakukan penggeledahan hingga ke rumah NV di Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit. Alhasil, petugas mendapatkan lembaran hasil print uang pecahan Rp50 ribu sebanyak 41 lembar.

Sementara itu, NV langsung digelandang ke Mapolres Kerinci untuk menjalani pemeriksaan. Sepanjang pemeriksaan, NV tak henti-hentinya menangis terisak-isak, hingga terdengar sampai keluar ruangan. 

Kasat Reskrim, Iptu Dedi Kurniawan membenarkan jika pihaknya telah mengamankan pelaku pengedar uang palsu.

"Benar, pelaku berinisial NV, warga Desa Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit. Dia bekerja sebagai guru honorer disalah satu sekolah di Kota Sungaipenuh," ungkapnya.

Dikatakan Dedi, cara pelaku membuat uang palsu ini melalui printer biasa dan laptop. Selain itu, ia menggunakan kertas HVS bisa.

“Alat dan bahan pembuatan uang palsu ini sudah kita sita dari rumah pelaku,” sambungnya.

Disinggung mengenai ancaman hukuman terhadap pelaku, Kasat menjelaskan NV dijerat dengan pasal 36 ayat 3 jo pasal 26 ayat 3, atau subsidair pasal 36 ayat 2 jo pasal 26 ayat 2 UU nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (sym) 

(erh)
Live Streaming
Logo
breaking news x