Duh, Warga Blitar Harus Antre 25 Tahun untuk Bisa Berhaji

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

BLITAR - Daftar tunggu calon jamaah haji reguler di Kabupaten Blitar mencapai 25 tahun. Artinya pendaftar calon haji hari ini, baru bisa bertolak ke tanah suci 25 tahun kemudian. Menurut Humas Kemenag Kabupaten Blitar Jamil Mashadi, saat ini ada sebanyak 21 ribu calon jamaah haji yang sudah resmi terdaftar.

“Karena memang antrianya panjang,“ ujarnya kepada wartawan.

Tahun 2017 ini kuota haji Kabupaten Blitar meningkat menjadi 930 kursi. Dari 700 kursi di tahun 2016, pemerintah menambah 230 kursi di tahun 2017. Secara nasional kuota haji tahun 2017 sebanyak 211 ribu kursi. Kuota semakin besar menjadi hingga 221 ribu kursi setelah ada tambahan kuota 10 ribu kursi lagi.

Banyak pihak menilai kondisi kuota telah normal kembali. Sebab sebelumnya Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberlakukan kebijakan pemangkasan kuota. Kebijakan itu membuat kuota haji Indonesia tahun 2016 tinggal 168.800 kursi. Jamil menjelaskan bahwa pemberangkatan tetap sesuai nomor urut kursi.

Kebijakan terbaru pemerintah adalah memprioritaskan calon jamaah usia lanjut (lansia) dan suami istri. Hal itu mengingat kondisi kesehatan lansia dalam menunaikan rukun haji.

“Ini merupakan instruksi dari pemerintah pusat. Karenanya untuk yang terdampak diminta untuk bersabar,“ paparnya.

Sementara Asrofi, salah seorang pengurus biro perjalanan Haji dan Umroh di Blitar mengatakan bahwa panjangnya daftar tunggu haji membuat tidak sedikit orang beralih ke umroh atau haji kecil. Bahkan sejumlah pihak menilai umroh telah menjadi ibadah yang lagi tren atau naik daun. Bahkan informasinya tiap hari ada ribuan warga negara Indonesia yang menunaikan ibadah umroh.

“Sebab dari sisi finansial juga lebih murah, tergantung berapa lama di sana. Selain itu ada kekhawatiran pendaftar calon haji tidak bisa berangkat karena usia. Karenanya meski sudah mendaftar haji mereka juga melakukan umroh,“ ujarnya.

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x