Jemput Bola, Masyarakat NTT Ditawari Beasiswa LPDP

Foto: Shutterstock

Foto: Shutterstock

KUPANG - Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat NTT untuk mendapatkan beasiswa melanjutkan studi dengan program magister dan doktoral di Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan.

"Jadi ini adalah program pemerintah, dan terbuka umum untuk semua masyarakat di NTT ini baik mahasiswa serta mereka yang sudah kerja. Kalau untuk wilayah NTT kita akan berikan kesempatan kepada 30 orang," kata tim leader beasiswa LPDP Indonesia Timur, Ahmad Rizali kepada wartawan di Kupang, Jumat (17/2/2017).

Ia menjelaskan untuk Indonesia Timur, pemerintah memberikan kesempatan kepada sejumlah provinsi yang masuk dalam daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar) seperti Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Papua Barat.

Dari lima provinsi tersebut pihaknya menargetkan 150 peserta dan masing-masing provinsi diberikan kesempatan kepada 30 orang dengan rincian 20 orang untuk program magister dan 10 orang untuk program doktoral.

Ia pun mengharapkan agar mahasiswa dan masyarakat yang ingin mengikuti program beasiswa afirmasi tersebut harus menyiapkan persyaratan yang ditentukan oleh pihak LPDP.

"Tetapi kami tidak ingin nantinya persyaratan administrasi tersebut mengugurkan siapa saja yang mempunyai potensi untuk bisa mengikuti program beasiswa LPDP ini. Seperti misalnya ada si A yang bahasa Inggrisnya kurang, tetapi dia pintar di segala bidang. Hal ini tentu saja mengakibatkan si A bisa tidak lolos dalam seleksi," tuturnya.

Oleh karena itu pihaknya memberikan waktu satu tahun bagi mereka yang bahasa Inggrisnya rendah untuk belajar lagi untuk bisa lolos dalam program LPDP.

Untuk program beasiswa LPDP tahun 2017 pihaknya memberikan test Toefl dengan nilai 400 dibandingkan beberapa tahun lalu yang nilainya mencapai 550 hingga 600.

"Kita berikan kemudahan kepada para peserta. Oleh karena itu jangan siasiakan kesempatan ini. Ini juga pertama kali kami turun ke lapangan dan menjemput bola agar banyak masyarakat Indonesia Timur yang ikut dalam program ini," tuturnya.

Ia juga mengatakan, sasaran penerima beasiswa Indonesia Timur adalah penduduk asli provinsi syang mempunyai kemampuan akademik, berjiwa kepemimpinan, bersedia untuk kembali ke provinsi asal setelah studi, dan memenuhi kualifikasi untuk melanjutkan studi program magister atau doktoral sesuai dengan kebutuhan masing-masing provinsi sasaran.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x