Image

Ini Video Tangkap Tangan Pelaku Money Politics di Pilkada Jayapura

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)

JAYAPURA - Salah seorang anak oknum Calon Wakil Bupati Jayapura bersama dua tim sukses yang diduga dari pasangan calon nomor urut 2 diamankan di Mapolres Jayapura, Rabu (14/2/2017).

Informasi yang dihimpun, ketiga orang tersebut diamankan lantaran tertangkap tangan hendak membagikan surat undangan dan uang kepada masyarakat yang diduga merupakan mobilisasi massa di Hotel Merbau, distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Kuasa Hukum Yazza, Arsi Divinubun SH.MH, kepada awak media mangatakan ketiga orang tersebut masing-masing berinsial, HW, GK dan LP.

"Informasi yang kami peroleh saat ini mereka sedang dimintai keterangan oleh petugas Gakumdu Polres Jayapura. Petugas Gakumdu juga mengamankan barang bukti berkisar ribuan surat suara dan sejumlah uang tunai," kata Arsi, Rabu (15/2/2017) malam.

Lebih lanjut kata Arsi, selain informasi tersebut, pihaknya juga memperoleh data dari saksi pasangan Yanni - Zadrak Afasefanya, bahwa ada dugaan dari keluarga dan tim Sukses pasangan calon membagikan surat undangan dan uang bagi masyarakat di Hotel Merbau Sentani.

"Saat tertangkap tangan, langsung diamankan di Mapolres Jayapura, dan saat ini masih diperiksa,” ungkapnya.

Dikatakan, terkait surat undangan pencoblosan, harusnya merupakan wewenang penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU Kabupaten Jayapura, bukan oknum warta atau tim sukses.

"Seharusnya undangan C6 dibagikan oleh pihak penyelanggara, tapi kenyataan oknum ini mengumpulkan semua undangan dan membagi kepada masyarakat yang notabene mobilisasi massa,” katanya.

Untuk itu, Aris merasa keberatan sehingga meminta kepada Panitia Pengawasan Pemilu di Kabupaten Jayapura agar bersikap tegas dengan memproses hukum melalui Gakumdu.

Ia menambahakan, dalam pasal 31 Undang-undang nomor 10 tahun 2016 jelas-jelas harus melakukan pilkada tanpa ada pelanggaran atau pembagian surat undangan yang bukan pihaknya penyelenggara.

Namun kenyataannya, ketiga orang ini sudah melanggar terhadap undang-undang itu. Apalagi, oknum ini merupakan keluarga dari salah satu calon Wakil bupati dari pasangan nomor urut 2.

“Yang bersangkutan sudah jelas mengarahkan massa, sehingga wajib diproses hukum,” ujarnya.

Video lengkap klik di sini

(kha)
Live Streaming
Logo
breaking news x