Capres Prancis Marine Le Pen Batal Temui Ulama Lebanon Usai Dituntut Berkerudung

Marine Le Pen. (Foto: Getty Images)

Marine Le Pen. (Foto: Getty Images)

BEIRUT – Calon Presiden Prancis Marine Le Pen batal menemui Ulama Besar (Grand Mufti) Sunni Lebanon setelah dipaksa mengenakan hijab. Politikus perempuan itu pada dasarnya sedang menjalani kunjungan dinas selama tiga hari di Lebanon.

Salah satu agendanya adalah menemui Grand Mufti Sheikh Abdel-Latif Derian, tepatnya pada Selasa 21 Februari 2017 pagi. Setibanya di muka pintu kantor sang pejabat senior, salah seorang ajudannya mencoba memakaikan kerudung ke atas kepala Le Pen.

Sontak saingan terkuat Francois Fillon, Capres Prancis dari Partai Republik itu menolak. Bahkan, dia sempat terlibat argumen dengan sang ajudan. Demikian seperti dilansir dari Belfast Telegraph, Selasa (21/2/2017).

Le Pen menuturkan, dirinya pernah mengunjungi ulama Sunni paling terkemuka di dunia dan penampilannya yang tanpa hijab tidak dipermasalahkan. Ulama yang dimaksud adalah Grand Mufti Masjid Al Azhar di Mesir.

Akan tetapi, si ajudan sama keras kepalanya dengan Le Pen. Dia membalikkan perkataan Le Pen, katanya, budaya di Lebanon berbeda dengan di Mesir.

Mendengar jawaban semacam itu, Le Pen merasa tak perlu berpanjang lebar lagi. Dia berbalik dan melangkah pergi dengan mobil kedatangannya.

(Sil)
Live Streaming
Logo
breaking news x