Mahasiswa Rancang Sistem Pantau Bak Sampah via SMS

Foto: Dok IBI Darmajaya

Foto: Dok IBI Darmajaya

BANDARLAMPUNG - Mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Lampung merancang sistem pemantauan bak sampah menggunakan short message service (SMS) gateway berbasis Ardunio.

"Sampah yang menupuk di bak penampungan akibat keterlambatan pengangkutan oleh petugas kebersihan, dapat menyebabkan polusi udara yang mengganggu kenyamanan masyarakat," kata Yusno Adi Nagoro, di Bandarlampung, Minggu (5/3/2017).

Mahasiswa IBI Darmajaya itu mengatakan, sistem tersebut bermanfaat memudahkan petugas sampah untuk mengetahui kondisi bak penampung sampah apakah sudah penuh atau belum. Penelitian ini dilakukannya sebagai tugas skripsinya di Jurusan Sistem Komputer.

"Alat ini saya rancang dengan menggunakan sensor ultrasonic sebagai alat pengukur jarak sampah pada bak penampung. Umumnya bak penampung sampah berbentuk persegi panjang, jadi 2 sensor dipasang di atas bak sampah di sisi kanan dan kiri," ujarnya lagi.

Yusno yang juga pernah terpilih sebagai Mekhanai Kota Bandarlampung tahun 2014 ini menerangkan, pada prototipe, sampah akan terdeteksi tidak penuh pada saat jarak antara permukaan sampah dengan sensor berkisar 28 cm hingga 11 cm dan tidak ada tindakan pengiriman SMS gateway.

"Tetapi jika sampah berada pada jarak 10 cm hingga 2 cm, bak sampah terdeteksi sudah penuh, dan GSM atau GPRS shield akan secara otomatis mengirim SMS gateway ke nomor petugas kebersihan yang telah terprogram di mikrokontroler sebagai bentuk informasi," katanya.

Ia mengungkapkan, alat rancangannya ini perlu dikembangkan lagi karena masih memiliki kekurangan, di antaranya sistem yang dibuat harus terhubung dengan listrik, sehingga ketika ada pemadaman listrik, sistem tidak bekerja.

"Sampah apa pun jenis organik, anorganik atau pun campuran akan tetap terdeteksi menggunakan sensor ultrasonik. Namun pada permukaan yang tidak rata akan mempengaruhi jarak pantul gelombang yang berdampak dari hasil jarak yang kurang akurat," ujarnya.

Menanggapi penelitian ini, Ketua Jurusan Sistem Komputer IBI Darmajaya Zaidir Jamal ST MEng mengapresiasi dan mendukung para mahasiswanya untuk aktif serta kreatif menghasilkan karya-karya penelitian.

"Sistem yang dirancang Yusno ini dinilai cukup kreatif untuk membantu petugas kebersihan dalam menjalankan tugasnya. Alat ini dapat dikembangkan dengan membuat sumber energi alternatif seperti baterai sebagai pengganti jika arus listrik terputus," ujarnya menyarankan.

Menurutnya, Darmajaya juga membuka ruang bagi pihak pemerintah maupun swasta yang ingin mengembangkan dan menerapkan hasil penelitian mahasiswa dan dosen Darmajaya agar manfaatnya lebih dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

(sus)
Live Streaming
Logo
breaking news x