PPATK Sudah Sampaikan Hasil Analisisnya Terkait Aliran Dana Korupsi E-KTP

Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin (foto: Kemenkeu)

Ketua PPATK, Kiagus Ahmad Badaruddin (foto: Kemenkeu)

 

JAKARTA - Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kiagus Ahmad Badarudin menyatakan dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP.

Menurut pria yang akrab di sapa Bada ini, PPATK sudah menyerahkan hasil analisisnya terkait penelusuran aliran dana yang mengalir dalam kasus yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun tersebut.

"‎Kita selalu mendukung aparat penegak hukum dalam kasus e-KTP ini kita beri dukungan KPK. Tetapi sesuai dengan kemampuan kita, berdasarkan database dan analisis kita, sudah kami sampaikan ke KPK. Namun, kami tidak bisa menyampaikan siapa-siapanya, berapa-berapanya, secara umum sudah kami sampaikan ke penyidik," kata Bada saat berbincang dengan Okezone di Gedung I-News, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/3/2017) malam.

Ia menerangkan, PPATK tidak bisa menyampaikan hasil analisis terkait penelusuran aliran dana kasus tersebut. Menurutnya, kasus ini biar dikembangkan oleh penyidik lembaga antirasuah.

Bada menegaskan, ‎PPATK berharap agar kasus yang diduga melibatkan banyak orang penting di republik ini dapat diproses secara hukum.

"Tentu berharap kasus ini bisa di tuntaskan kepada semua yang terlibat dan di proses secara hukum dan dapat beri efek jera yang memadai," pungkas dia.

Seperti diketahui, sidang perdana kasus e-KTP membuat sebagian pihak yang disebut dalam dakwaan 'kebakaran jenggot.' Dalam dakwaannya, jaksa KPK menyebut sejumlah orang ditengarai menikmati fee dari proyek tersebut.

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x