HISTORIPEDIA: Perang Dingin, Presiden AS Ronald Reagan Kerahkan 3.000 Tentara ke Honduras

Presiden ke-40 Amerika Serikat, Ronald Reagan. (Foto: Abc News)

Presiden ke-40 Amerika Serikat, Ronald Reagan. (Foto: Abc News)

AMERIKA Serikat (AS) bertekad terus menekan pemerintah sayap kiri Sandinista di Nikaragua selama masa Perang Dingin berlangsung. Sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan misi tersebut, Presiden AS saat itu, Ronald Reagan, memutuskan untuk mengirimkan sekira 3.000 tentara ke Honduras. Ia juga mengklaim bahwa Tentara Nikaragua telah menyeberangi perbatasan pada hari ini, 16 Maret 1988.

Selama menjabat sebagai Presiden AS pada 1981, Reagan telah melakukan banyak hal untuk menentang pemerintah sayap kiri Sandinista, Nikaragua. Tetapi setiap langkah yang diambil Reagan justru hanya menghasilkan kritik dan kebingungan.

Presiden Reagan diketahui menuduh Sandinista telah menjadi pion bagi Uni Soviet. Dan dituduh telah menyediakan tempat untuk berpijak bagi kaum komunis di bumi belahan barat. Akan tetapi hanya ada sedikit bukti atas tuduhan Reagan tersebut.

Meskipun tak benar-benar terbukti, Reagan tak segan melancarkan tekanan ekonomi dan diplomatik guna mengacaukan rezim Sandinista. Presiden ke-40 AS itu bahkan menggelontorkan jutaan dolar untuk sebuah misi yang disebut 'Contras' yakni misi yang mendukung eksistensi kelompok pemberontak anti-Sandinista yang beroperasi di Honduras dan Kosta Rika.

Pada 1988, 'Contras' mendapat kritik keras dari masyarakat dan kongres. Banyak dari orang Amerika yang menganggap 'Contras' adalah tindakan yang mendukung teroris. Sementara itu, Kongres AS juga terus berusaha membatasi jumlah bantuan AS ke pemberontak. (rav)

(rfa)
1 / 2
Live Streaming
Logo
breaking news x