facebook pixel

Peraturan SNI Jadi Jalan Buntu bagi Distributor Pelumas

Ilustrasi pelumas Gulf (foto: Gulfoiltd)

Ilustrasi pelumas Gulf (foto: Gulfoiltd)

JAKARTA - Rencana produk pelumas harus memiliki label SNI, hingga kini masih dalam penggodokan pemerintah yang kabarnya tahun ini akan segera dilakukan. Menanggapi hal ini beberapa produsen pelumas menyambut baik rencana pemerintah.

"Produk berlabel SNI itu tujuannya baik, yakni agar produk pelumas yang didapat konsumen memiliki kualitas yang sesuai standar yang telah ditentukan pemerintah," ungkap Adi Tjahjono, managing director PT Gulf Oil Lubricants Indonesia di Jakarta, Sabtu (18/3/2017).

Selain itu, dirinya mengungkap bahwa adanya peraturan SNI ini sendiri untuk memastikan produk pelumas yang ada di Indonesia sudah terdaftar. SNI tidak bisa digunakan sebagai standar kualitas dari pelumasnya karena hanya standarisasi produk yang akan menjadi acuannya.

"SNI itu tujuannya agar produk pelumas bisa memiliki standar yang sesuai, sedangkan kualitas pelumasnya seperti penggunaan aditif dan lainnya berbeda dari setiap produsen pelumas, sehingga SNI bukan acuan untuk standar kualitas pelumas," tambah Adi.

Ia melanjutkan, adanya SNI sendiri dinilai bisa menguntungkan produsen yang memiliki pabrik di Indonesia, namun akan menyulitkan bagi distributor pelumas yang saat ini terdapat ratusan merek pelumas yang sudah masuk ke Indonesia.

Bagi pengusaha atau distributor untuk mendapatkan label SNI harus ada pengecekan yang dilakukan pemerintah pada pabrik pelumas. Sedangkan distributor hanya mendatangkan produk saja tanpa memiliki pabrik di Indonesia.

"Sulitnya nanti terjadi bagi para distributor pelumas, karena saat verifikasi pemerintah akan melakukan pengecekan di pabrik. Sedangkan pabrik dari merek yang didatangkan distributor adanya di luar Indonesia," pungkasnya.

(ton)
​