facebook pixel

Prototipe Mobil Perdesaan Waprodek Akan Dipamerkan pada Agustus 2017

Mobil perdesaan Waprodesk rancangan ITS (Foto: Okezone)

Mobil perdesaan Waprodesk rancangan ITS (Foto: Okezone)

SURABAYA - Setelah berhasil menyabet juara 1 lomba desain mobil perdesaan beberapa waktu lalu, Waprodek akan langsung diproduksi prototipenya. Debut perdana mobil rancangan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu akan diluncurkan pada Agustus 2017.

"Mock up desainnya sudah dibawa panitia. Rencananya pada Agustus akan dikeluarkan prototipenya," kata penggagas Waprodek, Nyoman Sutantra, kepada Okezone di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Kabarnya setelah pamer, Waprodek rencananya akan menjalani proses pengujian yang kemudian akan diproduksi massal. Namun Waprodek sendiri masih harus bersaing dengan dua prototipe mobil perdesaan lainnya yang sudah dibuat Kementerian Perindustrian.

Pemerintah, kata Nyoman, sangat mendukung program mobil perdesaan karena bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat di perdesaan.

Ia pun yakin pasar mobil perdesaan akan besar. Dijelaskannya, desa menerima anggaran dari pusat sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut digunakan untuk kepentingan-kepentingan produktif bukan konsumtif.

Apalagi, fungsi mobil perdesaan bukan sekadar sebagai alat angkut tapi juga bisa menjadi mesin padi.

"Mobil ini bisa memproduksi dari gabah langsung menjadi beras putih. Bisa diganti menjadi perontok padi, bisa pengairan sawah. Bisa juga dilepas lalu ganti dengan pengangkut orang dan barang," jelasnya.

Nyoman menambahkan, saat ini memang ada mobil penggiling padi atau dikenal dengan grandong. Namun kualitas grandong tidak bisa dipertanggungjawabkan secara akademis, berbeda dengan Waprodek.

"Kalau Waprodek ini bisa dipertanggungjawabkan. Standarnya juga sudah ada. Kabarnya nanti pemerintah akan mengeluarkan izinnya," kata peneliti automotif ITS ini.

(ton)
​