facebook pixel

TOP AUTOS OF THE WEEK: Tekad Pemerintah Hidupkan Kembali Mobil BBG

Toyota Limo CNG (Foto: Okezone)

Toyota Limo CNG (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pada 2013 pemerintah melakukan sosialisasi penggunaan bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan. Namun sayang program tersebut hilang begitu saja. Tahun ini pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ingin menghidupkan kembali program tersebut.

Sebagai langkah awal pemerintah telah melakukan kampanye dengan melibatkan 25 kendaraan berbahan bakar gas berkeliling kebeberapa wilayah di Jakarta. Kegiatan ini melibatkan Pertamina, Perusahaan Gas Negara (PGN), Premprov DKI, hingga perusahaan jasa angkutan taksi dan bajaj.

Lewat program ini pemerintah juga meminta kepada produsen mobil turut mendukung kampanye konversi BBM ke BBG.

”Kami mengharapkan dukungannya agar bisa memproduksi kendaraan berbahan bakar minyak dan gas. Konversi ini akan melibatkan banyak hal,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar, belum lama ini, di Jakarta.

Sementara itu Menteri ESDM Ignasius Jonan berencana mengebut peraturan penggunaan bahan bakar gas untuk kendaraan. Ia mengatakan sebenarnya inisiatif yang paling efektif adalah membuat stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), tapi terkendala dengan lahan. Kalaupun sudah ada SPBG, kurang efektif, karena airan gas di wilayah dibangunnya tidak ada.

"Memang kadang pemerintah buat rancangan yang menjadi pioneer tapi tidak dirancang dengan baik. Jadi, karena ini kewenangan ada di saya kalau ngomong nanti 1–2 minggu saya siapkan aturan. Saya mulai gregetan ini kok ESDM jalannya selow," katanya pada kesempatan yang sama.

Penggunaan BBG untuk kendaraan mengutungkan karena jauh lebih murah ketimbang BBM. Edgar, salah seorang penjual alat konversi compressed natural gas (CNG), mengungkapkan kendaraan yang menggunakan BBG dengan pengisian minimal Rp50 ribu bisa digunakan dua hari untuk penggunaan Jakarta-Tangerang (PP). Sedangkan mobil yang diisi bensin premium senilai Rp50 ribu hanya bisa digunakan satu hari saja.

Kendaraan konvensional masih bisa mengguankan BBG, caranya dengan dipsangkan seperangkat alat konventer BBM ke BBG. Harganya berkisar mulai dari Rp8 jutaan. Pengunaan konventer dinilai aman. Seperti tabung tipe 1 dirancang menggunakan bahan baja yang kuat namun berat. Tipe 2 memiliki bahan material campuran yakni baja dan composite. Tipe 3 yakni aluminium dengan composite. Sedangkan tipe 4 full composite. Semakin tinggi tipe tabung bahan yang digunakan makan makin ringan, namun kekuatannya cukup tinggi.

Terkait mobil berbahan bakar gas, PT Toyota Astra Motor (TAM) dan PT Honda Prospect Motor (HPM) mengaku sudah siap tinggal menunggu regulasi pemerintah. Secara teknologi keduanya pun sudah memilikinya.

Toyota pernah memamerkan prototipe Limo CNG pada 2013. Sedangkan Honda membawa City CNG pada 2015 untuk diserahkan ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sebagai bahan riset. (san)

(ton)