facebook pixel

Soal Konversi Bahan Bakar Mobil ke Gas, Suzuki Tunggu Infrastruktur

Ilustrasi mobil dengan tabung konversi BBM ke BBG (Foto: Pakwheels)

Ilustrasi mobil dengan tabung konversi BBM ke BBG (Foto: Pakwheels)

SEMARANG - PT Suzuki Indomobil Sales selaku agen pemegang merek (APM) mobil Suzuki di Indonesia menegaskan bakal mendukung rencana konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan.

Sales Director PT SIS, Makmur, yakin pemerintah sudah melakukan kajian yang matang sebelum mengeluarkan kebijakan konversi BBM ke BBG untuk sektor automotif.

"Apa pun usulan Pemerintah pasti sudah dikaji dengan baik. Jadi kami support usulan pemerintah," kata Makmur di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Hanya saja, kata Makmur, pemerintah perlu menyiapkan infrastruktur dalam menjalankan kebijakan konversi BBM ke gas, seperti stasiun pengisian bahan bakar gas compressed natural gas (CNG).

"Cuma yang perlu dipertimbangkan apakah insfrastruktur sudah siap. Jangan sampai kalau belum siap konsumen yang akhirnya dikorbankan. Pada dasarnya, kalau infrastruktur siap dilaksanakan, kami pasti juga siap," tegasnya.

Sementara ini Suzuki masih menunggu langkah kongkret dari pemerintah dalam hal infrastruktur. Apalagi, menyiapkan infrastruktur untuk penggunaan bahan bakar gas bukan perkara mudah.

"Kami tunggu pemerintah dulu. Menyiapkan infrastruktur secara nasional juga tidak gampang. Kami akan tunggu," ungkap Makmur.

Sejauh ini SIS belum berencana menghadirkan mobil berbahan bakar gas, karena perlu pertimbangan yang matang serta kesiapan infrastruktur.

"Belum ke arah sana. Tujuan BBG kan agar lebih irit, makanya kami keluarkan Ertiga Diesel ini kan supaya lebih irit," pungkasnya. (san)

(ton)
​