KISAH: Bukan Arkeolog, Remaja 11 Tahun adalah 'Penemu' Sesungguhnya Situs Machu Pichu

Situs Arkeologi Machu Picchu di Peru. (Foto: Wikipedia)

Situs Arkeologi Machu Picchu di Peru. (Foto: Wikipedia)

PENGGEMAR sejarah serta petualangan di berbagai lokasi kuno pasti mengenal situs Machu Pichu di Peru. Menurut sejarah, Machu Pichu merupakan benteng yang dibangun untuk menjadi rumah Kaisar Pachacuti. Namun bangunan megah itu ditinggalkan oleh suku Inca satu abad setelah Spanyol memulai penaklukkannya.

Lokasi bersejarah yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO itu sebenarnya cukup dikenal oleh warga setempat serta orang Spanyol ketika masih masa kolonial. Namun nama Machu Picu baru mendunia ketika akademisi dan politikus asal Amerika Serikat, Hiram Bingham III, mengenalkan situs bersejarah itu ke masyarakat di Barat.

Nyatanya, klaim Bingham bahwa Machu Pichu ditemukan olehnya tidak sepenuhnya benar. Sebagaimana dikutip dari Vintage News, Senin (20/3/2017) situs bersejarah itu sebenarnya sudah dikenal oleh warga setempat dan Spanyol. Klaim Bingham sendiri tidak akan terwujud jika ia tidak dibantu seorang remaja tanggung berusia 11 tahun.

Pada 1909, usai menghadiri Kongres Ilmiah Pan-Amerika di Santiago, Bingham menerima undangan mengeksplorasi puing-puing peninggalan suku Inca di Choqquequirau, Peru. Pada saat inilah dosen di Yale University itu mulai tertarik dengan budaya Inca.

(rfa)
1 / 3
Live Streaming
Logo
breaking news x