Sering Ditegur Orangtua Murid, Kepsek Ngotot Lakukan Pungli

Ilustrasi

Ilustrasi

MAKASSAR - Gedung DPRD Kota Makassar kedatangan banyak tamu, Jumat 17 Maret 2017 kemarin. Bukan tamu biasa. Mereka adalah para orangtua murid yang mengkhawatirkan anak-anaknya, yang mengenyam pendidikan di SD Inpres Bertingkat Mattoangin.

Tak hanya para orangtua murid, sejumlah pegawai kontrak sekolah yang beralamat di Jalan Hati Mulia itu juga ingin mengadu ke wakil mereka di legislatif. Mereka geram. Kepala sekolah setempat diduga sering melakukan pungutan liar (pungli) terhadap murid-muridnya. Termasuk sikap diskriminasi terhadap pegawai kontrak.

Orangtua murid, Suriati menyebut adanya pungutan yang dibebankan ke orangtua murid untuk membeli alat kelengkapan sekolah, seperti cat dan yang lainnya. Hal ini membuat resah para orang tua. “Karena sudah dibelikan seperti itu, dia suruh kami bawakan nota kosong. Yang kami tidak mengerti, kenapa dia suruh bawa nota kosong seperti itu,” katanya di depan anggota dewan, seperti dilaporkan Berita Kota Makassar, seperti mengutip JPNN, Minggu (19/3/2017).

Suriati merasa takut untuk mengadukan kelakuan kepsek. Dia khawatir akan berdampak pada anaknya di sekolah. ”Sebenarnya saya takut melaporkan ini. Nanti anak saya kenapa-kenapa di sekolah. Tapi bukan cuma saya yang merasakan ini. Orangtua lain juga sudah resah sejak dulu,” tuturnya.

Sementara para pegawai kontrak, seperti Jamaluddin yang sehari-harinya bertugas sebagai cleaning service di sekolah tersebut, juga mengeluh. Dia kerap mendapat kata-kata kasar dari kepsek, Jamaluddin harus bekerja full selama sehari dengan menyapu sembilan kali. "Tidak ada yang bekerja seperti itu. Menyapu saja sampai sembilan kali dalam sehari. Dimaki-maki juga terus setiap hari. Sama dengan security yang kena semprot dengan kata-kata kotor di depan orangtua murid,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD Makassar Mudzakkir Ali Djamil, mengatakan telah menerima aduan orangtua siswa dan pegawai kontrak di sekolah tersebut. Persoalan ini, kata legislator PKS ini, sudah pernah ditindaklanjuti. ”Kepala sekolah waktu itu kami kita mintai penjelasannya, dia bilang hanya terjadi miskomunikasi. Kami beri waktu selama tiga bulan. Jika hal tindakan tersebut masih dilakukan, kami akan keluarkan surat rekomendasi ke wali kota agar ini diproses,” katanya.

Terpisah, Kepala SD Inpres Bertingkat Mattoangin Khairil Batu Api, berdalih apa yang dilaporkan para pegawai dan orangtua siswa itu hanya salah paham dan miskomunikasi saja. "Saya berjanji akan memperbaiki lagi sikap kurang mengenakkan yang dirasakan pegawai dan orangtua murid. Ini hanya persoalan komunikasiji saja,” katanya enteng.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar, berjanji akan menindaklanjuti keluhan orangtua murid. “Sudah dengar kabar dari dewan. Kami klarifikasi dulu," ucapnya.

Ismunandar menegaskan, jika ada kepala sekolah yang terlibat pungli dan tidak bisa menjadi pemimpin yang baik di sekolah, maka pihaknya tidak segan akan mengeluarkan disposisi terkait jabatan yang diamanahkan. “Kalau terbukti, akan kami keluarkan disposisi untuk dilakukan pemecatan,” ujarnya.

(ran)
Live Streaming
Logo
breaking news x