facebook pixel

Juarai Kontes Mobil Irit Asia, Mobil Tim UNS & ITS Akan Bertanding di London

Tim ITS 2 merebut juara ketiga DCW Asia 2017 di Singapura (Shell)

Tim ITS 2 merebut juara ketiga DCW Asia 2017 di Singapura (Shell)

JAKARTA - Tim Bengawan 2 dari Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan Tim ITS 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) masing-masing berhasil menyabet gelar juara 2 dan 3 dalam ajang Driver’s World Championship (DCW) Asia, Shell Eco Marathon (SEM) Asia, yang digelar di perhelatan Make the Future Singapore, Minggu 19 Maret 2017.

Kedua tim tersebut akan mewakili Asia untuk bertanding di DCW level internasional pada Mei 2017 di London, Inggris. Juara pertama sendiri dimenangkan oleh tim dari Filipina.

Tim Bengawan 2 dan ITS 2 menjadi dua dari tiga tim tercepat yang sukses menyelesaikan empat putaran dengan menggunakan energi dan bahan bakar paling efisien.

Prestasi ini melengkapi dominasi kemenangan enam tim Indonesia sebelumnya di kategori urban concept yang mencatat rekor jarak tempuh baru melalui tim Sadewa dari Universitas Indonesia. Tim Sadewa mencatat hasil 375 kilometer per liter. Hasil ini memecahkan rekor atas hasil yang mereka capai pada 2014 dengan 301 km/liter.

"Bagi kami ini seperti mimpi. Enggak pernah terpikirkan untuk menjadi juara kedua, apalagi sampai ke London. Alhamdulillah, kerja keras kami semua terbayar lunas. Yang pasti ini belum selesai, kami harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk di London," ujar Ivan Fadil, manajer Tim Bengawan 2.

Hal serupa diungkapkan Tim ITS 2. "Kemenangan ini adalah kebanggaan yang membayar seluruh kerja keras satu Tim ITS 2. Kami sudah pernah tahun lalu di DCW global di London, dan adalah berkah juga untuk kami di tahun ini kembali ke sana. Sekarang saatnya kami mempersiapkan diri sebaik-baiknya," ujar Annas Fauzy, manajer Tim ITS 2.

Perjalanan kedua tim juara ini tentu tidak mudah karena mereka harus kembali melewati inspeksi teknis tahap akhir yang sangat ketat untuk bisa mengikuti putaran terakhir DCW Asia. Indonesia diwakili oleh enam tim dalam kualifikasi DCW Asia dan empat di antaranya masuk ke putaran final. Selain tim Bengawan 2 dan ITS 2, dua tim mahasiswa Indonesia lainnya yang lolos inspeksi teknis adalah Cikal Ethanol dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Tim Semar dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Setelah empat putaran, Tim Bengawan 2 dan ITS 2 berhasil menjadi juara 2 dan 3. Dengan dua kemenangan ini, Indonesia kembali dibanggakan oleh prestasi para mahasiswanya melalui mobil urban concept terbaik dari segi efisiensi dan kecepatan.

Sementara itu, untuk kategori prototipe, Indonesia hanya bisa menempati urutan keempat, yakni oleh Tim Nakoela dari Universitas Indonesia (UI) dengan catatan 919 km/liter dalam lima kali percobaan.

(ton)