facebook pixel

Motor-Motor Listrik yang Pernah Lakukan Uji Coba di Indonesia

Sepeda motor Viar (Okezone)

Sepeda motor Viar (Okezone)

JAKARTA - Kehadiran sepeda motor listrik dinilai dapat mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan membuat udara menjadi bersih. Sayangnya, perkembangan motor listrik belum terlalu besar di Indonesia mengingat belum adanya regulasi yang mengatur keberadaannya.

Namun, niat untuk memasarkan dan membuat pasar motor listrik semakin besar mulai ditunjukkan agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Indonesia. Beberapa di antaranya sudah mulai melakukan uji coba, bahkan ada juga yang siap diproduksi secara massal. Berikut ini sepeda motor listrik yang pernah diuji coba dan dipamerkan oleh APM:

Honda EV Neo

Pada September 2016, PT Astra Honda Motor (AHM) bersama Kementerian Perhubungan menguji coba perilaku berkendara menggunakan kendaraan roda dua bertenaga listrik. Dalam program ini, AHM menyediakan dua unit skuter EV Neo.

Skuter yang sudah dijual di beberapa negara itu dianggap sesuai dengan karakter konsumen di Indonesia. Hasil uji coba tersebut akan menjadi masukan bagi AHM sebelum menjual produknya di Indonesia.

Honda EV Neo yang diuji didukung dengan baterai lithium. Skuter listrik tersebut bisa dikendarai dengan kecepatan maksimum 34 kilometer per jam. Honda EV Neo yang diuji coba dirancang untuk dinaiki satu orang dengan sebuah boks barang berkapasitas maksimal 30 kilogram.

GESITS

Skuter listrik Garansindo Electric Scooter ITS (GESITS) merupakan hasil kerja sama Garansindo Inter Global dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Kerja sama ini sudah berlangsung sejak 2015. Motor tersebut pertama kali dipamerkan dalam bentuk prototipe di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 di Jakarta.

Untuk menguji ketahanan GESITS, tahun lalu dilakukan uji jalan sejauh 1.200 kilometer dari Jakarta hingga Bali. Kecepatan GESITS bisa mencapai 100 km/jam, tetapi dalam uji coba tersebut kecepatan dijaga rata-rata 60 km/jam.

Baterai lithium-ion (li-ion) GESITS ada dua tipe yaitu 6 kwh dengan maksimal kecepatan hingga lebih dari 100 km/jam dan 3 kwh dengan kecepatan 60–70 km/jam.

Kendala yang dihadapi selama perjalanan adalah mesin motor yang temperaturnya menjadi setinggi 90 derajat Celsius yang membuat mesin langsung mati.

Kendala overheating mesin tersebut diatasi dengan memberikan aliran udara ke mesin dan upaya tersebut efektif menurunkan temperatur menjadi 50–60 derajat Celcius.

Skuter ini memiliki daya jelajah 80 hingga 100 kilometer dalam kondisi baterai terisi penuh. Skuter ini mampu melaju hingga 100 km/jam. Sistem penggeraknya menggunakan belt dengan single ratio dengan perbandingan final gear 1:3,57. Nantinya, GESITS mulai diproduksi pada 2018 dan dipasarkan dengan harga di bawah Rp20 juta.

(ton)
1 / 2