Pujian Presiden China Akhiri Tur Asia Menlu AS

Menlu AS Rex Tillerson menuai pujian dari Presiden China Xi Jinping (Foto: Thomas Peter/Reuters)

Menlu AS Rex Tillerson menuai pujian dari Presiden China Xi Jinping (Foto: Thomas Peter/Reuters)

BEIJING – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson mengakhiri rangkaian tur Asia dengan mengunjungi Beijing, China. Mantan CEO Exxon Mobil itu melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping. Keduanya mencapai kata sepakat untuk mengesampingkan perbedaan dan bekerja sama terkait isu Korea Utara (Korut).

Sejumlah perbedaan antara Negeri Tirai Bambu dan Negeri Paman Sam sempat membuat hubungan memanas. Namun, Presiden Xi Jinping memuji upaya Menlu Rex Tillerson untuk menciptakan transisi kepemimpinan yang mulus dalam era baru hubungan kedua negara.

“Anda bilang bahwa hubungan AS-China harus penuh keramahan. Saya sangat mengapresiasi niatan itu,” ucap Xi Jinping kepada Tillerson, mengutip dari Reuters, Senin (20/3/2017). Xi mengatakan telah beberapa kali menjalin komunikasi yang baik dengan Presiden AS Donald Trump lewat berbagai cara.

“Kami berdua yakin bahwa kerjasama AS-China untuk seterusnya adalah arah yang kita sama-sama perjuangkan. Kami berdua mengharapkan sebuah era baru bagi perkembangan yang konstruktif. Kepentingan bersama China-AS jauh lebih besar daripada perbedaan dan kerjasama adalah satu-satunya pilihan yang tepat bagi kami berdua,” sambung Xi Jinping.

Rex Tillerson membalas pernyataan tersebut dengan mengatakan Donald Trump sangat tidak sabar untuk memperluas pemahaman dengan China serta mencari kesempatan untuk melakukan kunjungan dalam waktu dekat. Presiden Trump juga disebut sangat menghargai komunikasi yang terjalin antara kedua kepala negara.

“Kita tahu lewat dialog lebih jauh kita akan mencapai pemahaman yang lebih baik yang akan menghasilkan kerjasama lebih kuat sehingga menguatkan hubungan antara China dan AS serta mengatur corak hubungan kerja sama kita di masa depan,” timpal Rex Tillerson.

Presiden Trump menyulut kemarahan China karena menjalin komunikasi dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen. Politikus Partai Republik itu semakin membuat Beijing mendidih karena ingin menegosiasikan ulang Kebijakan Satu China yang berlaku sejak dekade 1970.

Negeri Panda juga kesal karena berkali-kali ditekan oleh Washington untuk mengendalikan Korea Utara (Korut). Sebagai mitra dagang utama sekaligus sekutu, AS yakin China punya daya tawar tinggi untuk meminta Korut agar mengurangi program nuklir serta uji coba rudal mereka.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x