Mantan Presiden Parlemen Eropa Diusung Jadi Kandidat Kanselir Jerman

Mantan Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz diusung Partai SPD sebagai kandidat Kanselir Jerman (Foto: Fabrizio Bensch/Reuters)

Mantan Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz diusung Partai SPD sebagai kandidat Kanselir Jerman (Foto: Fabrizio Bensch/Reuters)

BERLIN – Kongres Partai Sosial Demokrat (SPD) akhirnya menetapkan Martin Schulz sebagai kandidat Kanselir Jerman dalam pemilihan umum (pemilu) 24 September mendatang. Pria berusia 61 tahun itu akan bertarung dengan Kanselir petahana Jerman Angela Merkel.

Penetapan kandidat pria berusia 61 tahun itu diraih dengan suara bulat. Sebanyak 605 delegasi partai memberikan suaranya bagi pria berkacamata itu dalam kongres yang digelar di Ibu Kota Berlin. Martin Schulz diketahui sebagai mantan Presiden Parlemen Eropa.

“Kami ingin SPD menjadi kekuatan politik paling besar setelah pemilihan federal sehingga mendapat mandat untuk membuat negara ini lebih baik dan lebih adil serta memberikan rasa hormat yang pantas kepada masyarakat. Saya ingin, kawan-kawan sekalian, untuk menjadi Kanselir Jerman berikutnya,” tutur Martin Schulz, mengutip dari Reuters, Senin (20/3/2017).

Diwartakan Xinhua, nominasi Martin Schulz terjadi hanya beberapa hari usai Wakil Kanselir Sigmar Gabriel mengundurkan diri. Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman itu secara mengejutkan mundur dari jabatan ketua partai dan mengusulkan nama Schulz sebagai pengganti.

Sigmar Gabriel mengaku tidak ingin maju dalam pemilu 29 September mendatang. Keputusan tersebut diyakini diambil setelah melihat buruknya raihan SPD dalam jajak pendapat jika Gabriel yang maju. Menariknya, Martin Schulz dianggap punya prospek cerah untuk mengerek elektabilitas SPD.

SPD sendiri adalah mitra terbesar dalam koalisi parlemen yang diketuai oleh Partai Uni Kristen Demokratik (CDU) yang dipimpin Angela Merkel. Elektabilitas SPD meningkat beberapa waktu belakangan sehingga memicu spekulasi bahwa Martin Schulz mampu mengalahkan Angela Merkel yang sudah menjabat sebagai Kanselir Jerman selama tiga periode.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x