Image

Hendak Digugat, Presiden Filipina Malah Tantang Mahkamah Kriminal Internasional

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Erik De Castro/Reuters)

Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte (Foto: Erik De Castro/Reuters)

MANILA – Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) berencana untuk menyeret Presiden Filipina Rodrigo Roa Duterte ke meja hijau terkait perang narkoba yang telah menewaskan ribuan nyawa manusia. Alih-alih takut, Digong –sapaan akrab Duterte- malah menantang ICC untuk segera menyeretnya.

Gugatan terhadap Mantan Wali Kota Davao City rencananya akan dimasukkan ke ICC pada Maret atau April mendatang oleh seorang mantan anggota ‘pasukan kematian’. Duterte mengklaim sudah berada di jalur yang tepat terkait hak asasi manusia (HAM) dan tidak pernah menginstruksikan aparat keamanan untuk membunuh tersangka yang tidak melawan saat hendak ditangkap.

“Saya tidak akan terintimidasi dan dapat dihentikan oleh apa? Mahkamah Kriminal Internasional? Pemakzulan? Jika memang begitu takdir saya, maka terjadilah,” ujar Presiden Rodrigo Duterte di Manila jelang kunjungan ke Myanmar, seperti dimuat Reuters, Senin (20/3/2017).

Ia menambahkan perang terhadap korupsi, kriminalitas, dan narkoba tetap akan berlangsung serta semakin kejam. Duterte mengaku tidak pernah memerintahkan pembunuhan terhadap pelaku kriminal yang sudah menyerahkan senjatanya atau memohon ampunan saat hendak ditembak.

“Patuhi hukum dan semua baik-baik saja. Serahkan sabu dan tidak akan ada yang meninggal besok hari. Tetapi, jika Anda membuat hidup mereka (penegak hukum) dalam bahaya, perintah saya adalah tembak! Saya lebih senang melihat jutaan kriminal mati terlebih dahulu daripada aparat keamanan,” tutur Duterte.

Dua orang yang mengaku sebagai ‘pasukan kematian’ dari Davao City sudah bersaksi di hadapan Senat Filipina. Salah satu di antara saksi itu berencana mengajukan gugatan ke ICC. Mereka mengaku diperintahkan untuk membunuh oleh Duterte. Namun, legislator parlemen tidak berhasil menemukan bukti yang kuat terhadap pembunuhan di luar hukum dan pasukan kematian tersebut.

(war)
Live Streaming
Logo
breaking news x