Pilpres Prancis, Debat Capres Perdana Digelar Malam Ini

Capres independen Emmanuel Macron unggul dalam jajak pendapat sementara menjelang debat pilpres Prancis malam ini. (Foto: Reuters)

Capres independen Emmanuel Macron unggul dalam jajak pendapat sementara menjelang debat pilpres Prancis malam ini. (Foto: Reuters)

PARIS - Lima kandidat calon presiden (capres) Prancis akan berbicara dalam debat perdana pemilihan presiden (pilpres) malam ini. Sejatinya, 11 kandidat mendaftar untuk pesta demokrasi di Negeri Mode tersebut. Namun enam kandidat didepak dari pencalonan pada pilpres Prancis karena kurangnya dukungan.

Mulai pukul 21.00 waktu Paris, kelima capres Prancis akan mendiskusikan berbagai hal. Debat akan disiarkan langsung di stasiun televisi setempat dan menampilkan kandidat dari Partai Republik, Francois Fillon; kandidat dari Partai Sosialis, Benoit Hamon; kandidat independen, Emmanuel Macron; kandidat dari Front Nasional, Marine Le Pen; serta kandidat yang mendapat dukungan Partai Komunis, Jean-Luc Melenchon.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (20/3/2017), dalam jajak pendapat terakhir, Macron unggul dari keempat rivalnya. Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa Macron (39) dan Le Pen (48) meraih dukungan sekira 25 persen pemilih dalam pemungutan suara perdana pada 23 April mendatang. Bahkan ada juga survei yang memprediksikan bahwa Macron akan keluar sebagai pemenang dalam pemungutan suara putaran kedua 14 hari kemudian.

Sementara itu, Fillon mengantongi dukungan 19 persen pemilih dan Hamon mengamankan 13 persen dukungan pemilih.

Keunggulan ini tidak lantas membuat Macron aman. Pasalnya, justru dialah yang paling tidak berpengalaman dalam politik. Situasi ini membuat Macron menjadi sasaran empuk lawan-lawannya yang lebih memiliki pengalaman politik dalam debat nanti malam.

Macron, yang merupakan mantan menteri ekonomi, tidak memiliki dukungan partai di belakangnya. Ia juga tidak memiliki pengalaman dengan format debat.

Sementara itu, Fillon merupakan perdana menteri selama lima tahun hingga 2012. Dan Hamon yang pernah menjabat sebagai menteri pendidikan di bawah pemerintahan Presiden Francois Hollande, memiliki rekam jejak karier politik yang lebih panjang.

Macron baru menjadi figur publik pada 2014, ketika Hollande menunjuknya masuk kabinet. Tahun ini juga merupakan kali pertama Macron masuk bursa capres Prancis. Selain itu, tidak seperti Fillon dan Hamon, Macron belum pernah berlatih dalam acara debat di televisi.

"Taruhan bagi Macron amat tinggi. Ia adalah pelari dan posisinya yang di tengah membuat Macron akan mendapat serangan dari kedua sisi. Kebanyakan warga Prancis tidak mengenalnya pada tahap ini, dan mereka akan memerhatikan bagaimana Macron menghadapi berbagai serangan tersebut," ujar direktur lembaga survei Ifop, Jerome Fourquet.

Le Pen dan Melenchon sendiri sudah veteran dalam urusan pencalonan diri dalam pilpres. Ini adalah kali kedua mereka masuk bursa capres Prancis sepanjang karier politiknya. Mereka telah familiar dengan para pemilih dan memiliki pengalaman lebih menyeluruh dalam hal reli kampanye.

(rfa)
Live Streaming
Logo
breaking news x