Image

Polisi Malaysia Buru Orang Penting Terkait Kasus Pembunuhan Kim Jong-nam

Irjen Tan Sri Noor Rashid Ibrahim ungkap perkembangan kasus pembunuhan Kim Jong-nam. (Foto: Reuters/AP)

Irjen Tan Sri Noor Rashid Ibrahim ungkap perkembangan kasus pembunuhan Kim Jong-nam. (Foto: Reuters/AP)

KUALA LUMPUR – Polisi Malaysia terus melakukan penyelidikan terhadap kasus kematian Kim Jong-nam. Dalam perkembangannya, otoritas setempat menemukan nama-nama baru untuk diselidiki.

Sayangnya, Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Khalid Abu Bakar menolak untuk menyebutkan jati diri para tersangka baru itu. Ia hanya memberi petunjuk bahwa mereka adalah orang-orang penting, dan beberapa di antaranya warga negara Korea Utara.

“Saya tidak bisa bicara banyak, tapi yang pasti ada beberapa terduga baru yang kami cari. Mereka ini berbeda dari tiga warga negara Korut yang kami yakini bersembunyi di Kedutaan Besar Korut di Malaysia,” ungkapnya saat menghadiri HUT ke-210 Polisi Malaysia di Taming Sari, kemarin, seperti dikutip dari The Star, Senin (20/3/2017).

Lebih lanjut, Irjen Khalid meyakinkan bahwa instansinya sudah mematuhi segala prosedur yang diperlukan dan diatur dalam hukum Malaysia guna menyelidiki kasus ini. Walaupun hasilnya akan memakan waktu yang relatif lama, misteri tewasnya Kim Jong-nam terus disingkap satu per satu.

“Hal-hal yang berkaitan dengan jasad Kim Jong-nam akan ditangani oleh Kementerian Kesehatan. Sementara polisi fokusnya adalah menyelidiki kejahatan dalam kasus ini,” tegasnya.

Sebelumnya polisi Malaysia juga sudah mengeluarkan seruan Red Alert kepada polisi internasional untuk memberikan informasi tentang empat pria terduga pembunuh Kim Jong-nam yang kabur ke luar negeri. Pelaku yang dimaksud adalah Ri Ji-hyon (33), Hong Song-hac (34), O Jong-gil (55), dan Ri Jae-nam (57).

Keempatnya kemungkinan sudah pulang ke Pyongyang pada 13 Februari 2017. Hari yang sama dengan kematian Kim Jong-nam.

Selain itu, ada juga tiga orang yang berlindung di balik gedung Kedubes Korut di Kuala Lumpur. Di antaranya, pegawai Maskapai Korea Utara (Korut), Air Koryo, Kim Uk-il (37), diplomat Korut yang menjabat sebagai Sekretaris Dua, Hyon Kwang-song, dan pria yang diduga merekrut Siti Aisyah, Ri Ji-u atau James. Kepolisian Malaysia telah mengeluarkan surat penangkapan untuk ketiganya dan telah disampaikan lewat Kementerian Luar Negeri.

Deputi Kepolisian Diraja Malaysia Inspektur Jenderal Tan Sri Noor Rashid Ibrahim meyakinkan keempatnya memegang paspor biasa bukan diplomatik.

“Keempatnya sudah tiba di Pyongyang pada 17 Februari 2017. Mereka mengambil rute balik dari Kuala Lumpur ke Jakarta (Indonesia), lalu ke Dubai (Uni Emirat Arab), ke Vladivostok (Rusia), terakhir berhenti di Pyongyang,” ungkapnya dalam konferensi pers di Markas Kepolisian Malaysia di Bukit Aman sebulan lalu.

(Sil)
TAG : kasus kasus
Live Streaming
Logo
breaking news x