Dianggap Berkhianat, Wapres Filipina Juga Terancam Dimakzulkan

Wapres Filipina, Leni Robredo. (Foto: Reuters)

Wapres Filipina, Leni Robredo. (Foto: Reuters)

MANILA - Ketua Parlemen Majelis Rendah Filipina sekaligus sekutu dekat Presiden Rodrigo Duterte mengatakan tengah mempelajari apakah ada alasan untuk memakzulkan Wakil Presiden Leni Robredo dari jabatannya. Pantaleon Alvarez mengatakan, tindakan itu disebabkan kritik Wapres Robredo terhadap perang melawan narkoba yang dijalankan presidennya.

Robredo menyampaikan teguran keras terhadap perang melawan narkoba Duterte pekan lalu melalui sebuah video yang dikirimkan ke PBB. Robredo berpendapat sebuah isu kesehatan publik tidak dapat diselesaikan hanya dengan tembakan peluru.

Dalam sebuah wawancara radio, Alvarez mengatakan, langkah yang diambil Wapres Robredo merupakan sebuah pengkhianatan terhadap kepercayaan publik.

“Tindakan mengirimkan video klip ke PBB sangat tidak bertanggung jawab. Ini pertama kalinya seorang pejabat tinggi negara mengirimkan video klip memfitnah negara kita. Saya akan mencari apakah ini adalah sebuah pelanggaran terhadap kepercayaan publik,” kata Alvarez sebagaimana dilansir Reuters, Senin (20/3/2017).

Presiden Duterte sendiri tengah menghadapi gugatan pemakzulan yang dilontarkan anggota parlemen Gary Alejano atas tuduhan mulai dari konflik kepentingan, korupsi, penggelapan, sampai pembunuhan di luar hukum yang diduga dilakukannya semasa menjabat sebagai Wali Kota Davao.

Sekutu Duterte menilai gugatan pemakzulan dari Alejano tidak akan berhasil dan tidak akan mendapatkan dukungan parlemen. Duterte juga telah membantah semua tuduhan tersebut.

Selain gugatan pemakzulan, pria berjuluk Digong itu juga diancam akan diajukan ke Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) atas tuduhan melakukan kejahatan kemanusiaan. Duterte menyambut ancaman ini dengan menyatakan tidak akan menghentikan kampanye brutal anti-narkobanya.

(dka)
Live Streaming
Logo
breaking news x