Image

Kasus Suap Bupati Klaten, KPK Dalami Program Dana Aspirasi & Bantuan Keuangan

Jubir KPK Febri Diansyah (dok. Okezone)

Jubir KPK Febri Diansyah (dok. Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami program dana aspirasi dan bantuan keuangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Hal tersebut merupakan pengembangan dari kasus suap promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Kabupaten Klaten yang menjerat Bupati Klaten Sri Hartini sebagai tersangka.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan pemeriksaan Wakil Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sri Mulyani dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klaten Andy Purnomo yang merupakan anak Sri Hartini serta anggota DPRD lainnya, Eko Prasetyo, untuk mempertanyakan informasi yang didapatkan dari hasil pengembangan itu.

"Kami juga konfirmasi lebih lanjut informasi tentang dana aspirasi dan bantuan keuangan pemerintah Kab. Klaten, pertanyaan ini kita ajukan saksi Wakil Bupati dan anggota DPRD. Jadi salah satu point relatif baru di dalam penyidikan kasus klaten ini," ujar Febri saat gelar jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Kemudian, Febri memaparkan hal itu merupakan kelanjutan dari operasi penggeledahan yang dilakukan penyidik KPK di Rumah Dinas Bupati Klaten yang ditemukan uang sejumlah Rp3 miliar.

"Dan setelah didalami proses pengisian jabatan kemudian dapat informasi terkait dana aspirasi bantuan keuangan di Pemkab Klaten, karena info itu muncul dan masih dalam kaitan penyidikan ini maka penyidik merasa membutuhkan klarifikasi sejumlah pihak karena itu panggil Wabup dan DPRD setempat," papar Febri.

Untuk diketahui, hari ini KPK memeriksa Wakil Bupati Klaten, Jawa Tengah, Sri Mulyani, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klaten Andy Purnomo yang merupakan anak Sri Hartini lalu anggota DPRD Klaten Eko Prasetyo, Kepala Bidang (Kabid) Mutasi pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Klaten Slamet, pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pertanian Klaten Nugroho Setiawan serta dua orang ajudan Edy Dwi Hananto dan Nina Puspitasari, serta satu saksi dari kalangan swasta Sunarso.

Febri mengatakan, mereka semua memenuhi panggilan penyidik KPK untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. "Semua saksi hadir. Ada unsur saksi yang baru diperiksa seperti Wabup Klaten dan saksi yang pernah diperiksa juga anggota DPRD dan ajudan Bupati Klaten," tutup Febri.

Dalam kasus ini, Sri pun telah ditetapkan dan ditahan oleh KPK atas kasus dugaan suap rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Klaten, Jawa Tengah‎. Selain Bupati Klaten, KPK telah menetapkan status tersangka terhadap PNS Pemkab Klaten, Suramlan, yang diduga sebagai pemberi suap‎.

(aky)
Live Streaming
Logo
breaking news x